Perundingan panas antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Islamabad, Pakistan pada 10-12 April 2026 resmi berakhir tanpa kesepakatan. Padahal, Pembicaraan ini sudah berlangsung hampir 21 jam dan digadang-gadang menjadi momen penting meredakan ketegangan kedua negara.
Meski gagal mencapai hasil yang kongkrit, Pakistan tetap optimis bahwa peluang damai masih terbuka. Dilansir dari Daily Pakistan berikut fakta-fakta mengenai perundingan AS-Iran di Pakistan.
1. Negosiasi Maraton 21 Jam Tanpa Hasil
Perundingan yang berlangsung di Islamabad ini mempertemukan pejabat tinggi kedua negara. Dari pihak Iran hadir Mohammad Bagher ghalibaf dan Abbas Araghchi, sementara delegasi AS dipimpin oleh JD Vance.
Negosiasi ini berlangsung lebih dari 20 jam dengan tekanan tinggi. Wakil Presiden AS, JD Vance menyebut pembicaraan tersebut ‘substantif’ namun tetap gagal menghasilkan kesepakatan.
2. Pakistan Jadi Jembatan Diplomasi
Di tengah panasnya konflik, Pakistan tampil sebagai mediator aktif. Pemerintah Pakistan, melalui Perdana Menteri Shahbaz Sharif, Wakil PM Ishaq Dar, dan pemimpin militer Asim Munir memainkan peran penting sebagai mediator.
Negosiasi ini bahkan disebut sebagai salah satu upaya diplomasi terbesar Pakistan dalam meredakan konflik global.
3. Isu Nuklir Jadi tembok Besar
Salah satu penyebab utama kegagalan adalah perbedaan sikap soal program nuklir Iran.
Amerika Serikat menuntut jaminan agar Iran tidak mengembangkan senjata nuklir. Namun, Iran menolak keras dan meminta pencabutan sanksi sebagai syarat utama negosiasi.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa, negaranya siap damai asalkan kesepakatan dilakukan secara adil dan sesuai hukum internasional.
4. Saling Tuduh, Tanda Minimnya Kepercayaan
Setelah perundingan gagal, kedua pihak saling menyalahkan.
AS menilai pihak Iran tidak mau berkompromi, sementara Iran menuduh Washington menetapkan syarat yang tidak realistis. Kondisi ini menunjukkan bahwa, rendahnya kepercayaan masih jadi penghalang utama diplomasi.
5. Pernyataan Trump Picu Kontroversi
Di tengah situasi panas, Presiden AS Donald Trump justru mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan.
Ia mengaku tidak peduli apakah kesepakatan dengan Iran tercapai atau tidak, bahkan mengklaim bahwa Amerika sudah mengalahkan Iran. Pernyataan ini dinilai berpotensi memperkeruh suasana diplomasi.
6. Dunia Khawatir Konflik Memanas
Kegagalan perundingan ini memicu kekhawatiran global, terutama terkait Stabilitas Kawasan Timur Tengah dan Jalur energi dunia seperti Selat Hormuz.
Apabila ketegangan ini terus meningkat, dampaknya akan meluas ke ekonomi global.
7. Harapan Damai Masih Ada
Meski berakhir tanpa hasil, Pakistan menegaskan bahwa, dialog akan terus dilanjutkan. Pemerintah Pakistan berharap komunikasi yang sudah terjalin bisa menjadi pintu masuk menuju kesepakatan di masa depan.
Meski perundingan berakhir tanpa hasil, dialog antara Amerika Serikat dan Iran masih menyisakan harapan untuk dilanjutkan. Namun tanpa kompromi nyata, upaya damai berisiko kembali terjebak dalam kebuntuan yang sama.



