Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 29 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • iran
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Internasional / Drama 21 Jam di Islamabad Tanpa Hasil, Iran Sebut AS Plin-Plan di Perundingan Damai
Internasional

Drama 21 Jam di Islamabad Tanpa Hasil, Iran Sebut AS Plin-Plan di Perundingan Damai

hadi-febriansyah-owritedusep-malik
Last updated: April 13, 2026 10:11 am
Hadi Febriansyah
Dusep
Share
Gambar ilustrasi perang Iran vs Amerika
Gambar ilustrasi perang Iran vs Amerika (Dokumen istimewa)
SHARE

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menilai Amerika Serikat bersikap tidak konsisten sehingga perundingan damai kedua negara berakhir tanpa kesepakatan. Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun media sosial X setelah pembicaraan yang berlangsung intensif gagal mencapai titik temu.

Daftar isi Konten
  • Negosiasi 21 Jam Berakhir Buntu
  • Tuntutan Iran dalam Negosiasi

Padahal pada kesempatan ini, Araghchi menegaskan bahwa Iran telah menunjukkan itikad baik dalam upaya mengakhiri konflik yang berlangsung. Namun hal tersebut tidak dilakukan dengan baik oleh pihak AS.

Dalam pembicaraan intensif di tingkat tertinggi dalam 47 tahun, Iran terlibat dengan AS dengan iktikad baik untuk mengakhiri perang. Tapi, ketika hanya tinggal beberapa inci dari ‘MoU Islamabad’, kami menghadapi maksimalisme, perubahan target, dan blokade,”

tulis Araghchi dalam akun media sosialnya.

Tidak sampai di situ saja, Araghchi juga menyayangkan sikap AS yang dinilai tidak belajar dari pengalaman sebelumnya. Padahal pihak dari Iran sudah ingin melakukan pertemuan ini dengan baik.

Tidak ada pelajaran yang dipetik. Niat baik melahirkan niat baik. Permusuhan melahirkan permusuhan,”

lanjut Araghchi.

Negosiasi 21 Jam Berakhir Buntu

Perundingan damai antara Iran dan AS yang berlangsung selama 21 jam di Islamabad pada 12 April 2026 berakhir tanpa kesepakatan. Pertemuan tersebut menjadi momen penting karena merupakan pembicaraan tatap muka pertama sejak Revolusi Islam Iran 1979.

Di sisi lain, Wakil Presiden AS, JD Vance menyebut kebuntuan terjadi karena Iran menolak tuntutan utama dari Washington. Salah satu poin krusial adalah permintaan agar Iran menghentikan seluruh program nuklirnya.

Sumber yang dekat dengan tim negosiasi Iran justru menilai AS mencari alasan untuk keluar dari pembicaraan. Menurut sumber tersebut, Washington tidak memenuhi sejumlah syarat yang telah diajukan sebelumnya oleh Teheran.

Tuntutan Iran dalam Negosiasi

Sebelum perundingan dimulai, Iran mengajukan sejumlah tuntutan penting, di antaranya pencairan aset Iran yang dibekukan di luar negeri, termasuk di Qatar, kendali atas Selat Hormuz, kompensasi atas kerugian perang, dan gencatan senjata di berbagai wilayah, termasuk Lebanon. Selain itu, Iran juga mengusulkan penerapan biaya bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Gagalnya perundingan ini menunjukkan bahwa perbedaan antara Iran dan AS masih sangat besar. Meski sempat mendekati kesepakatan, kedua pihak masih terjebak dalam perbedaan kepentingan yang sulit dijembatani.

Kebuntuan negosiasi ini berpotensi memperpanjang ketegangan di kawasan Timur Tengah, terutama terkait jalur energi global dan konflik regional. Situasi ini juga menjadi sorotan dunia karena dapat berdampak luas terhadap stabilitas politik dan ekonomi global.

Tag:Abbas AraghchiAmerika SerikatAs-IraniranIslamabadPerundingan
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Rupiah Babak Belur ke Level Rp17.856 per Dolar AS, Gegara AS Serang Iran
By Anisa Aulia
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (12/5) melemah 115 poin atau 0,66 persen menjadi Rp17.529 per dolar AS. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
1
Rupiah Anjlok, Harga Barang Naik, Benarkah RI Masih Jauh dari Krisis 1998?
By Rahmat Tunny
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Sumber: Antara Foto/Asprilla Dwi Adha/hma)
2
APBN Dipakai untuk Kurban, Prabowo Dinilai Langgar Prinsip Ibadah
By Rahmat Tunny
Sapi Kurban
3
Polsek Tamansari Gandeng Siber Polda Metro Selidiki Dugaan Prostitusi Anak di Lokasari
By Rahmat
Ilustrasi anak sebagai korban.
4
MUI: Pembelian 1.098 Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN Sah Secara Syariat
By Rahmat
Petugas kesehatan hewan memeriksa kesehatan sapi bantuan Presiden di Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (26/5/2026).
5

BERITA LAINNYA

Kecelakaan paralayang atau paragliding di dekat Gunung Schmittenhöhe
Internasional

Tragedi di Udara Austria: Paraglider Tabrakan dengan Pesawat Cessna

Insiden menegangkan terjadi di Austria Utara, ketika seorang wanita bernama Sabrina (44)…

Hilwa UrwatulIvan OWRITE
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Ivan
14 jam lalu
Warga bersepeda saat Peringatan 30 Hari Pasca Serangan Air Keras terhadap aktivis Andrie Yunus di Jalan Salemba I, Senen, Jakarta, Minggu (12/4/2026). Dalam aksi solidaritas tersebut, Koalisi Masyarakat Sipil menuntut para pelaku diadili melalui peradilan umum serta pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) agar penegakan hukum berlaku adil dan transparan.
Internasional

Kasus Andrie Yunus Disorot Dunia, Parlemen Uni Eropa Ketuk Resolusi Khusus HAM untuk Indonesia

21 Mei 2026, Indonesia masuk dalam daftar tiga negara yang mendapat resolusi…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Iren Natania
Adi Briantika
2 hari lalu
Gedung 9 Lantai di Filipina Ambruk
Internasional

Gedung 9 Lantai di Filipina Ambruk, 4 Tewas 17 Orang Dalam Pencarian

Gedung sembilan lantai yang masih dalam tahap pembangunan di kota Angeles, Filipina…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan
3 hari lalu
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir
Internasional

Prancis ‘Blacklist’ Menteri Israel Setelah Unggah Video Aktivis Gaza Diborgol dan Dipermalukan

Prancis telah melarang Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir memasuki wilayah Prancis,…

iren natania longdongAmin Suciady
By
Iren Natania
Amin Suciady
4 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up