Indonesia memperkuat komitmen negara-negara Asia Tenggara dalam menghadapi tantangan pengelolaan bahan kimia dan limbah, termasuk risiko perpindahan lintas batas yang semakin kompleks.
Komitmen ini disampaikan Indonesia saat menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan ke-11 ASEAN Working Group on Chemicals and Waste (AWGCW) yang berlangsung pada 12–13 Mei 2026.
Pengelolaan bahan kimia dan limbah yang sehat tidak dapat lagi dipandang sebagai tugas nasional semata, melainkan harus menjadi gerakan kolektif global. Tanpa upaya bersama, mustahil memerangi lalu lintas ilegal limbah lintas batas, serta mewujudkan ekonomi sirkular di kawasan ini,”
kata Plt. Deputi Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup Laksmi Widyajayanti, dalam keterangan tertulis, Kamis, 14 Mei 2026.
Sejalan dengan upaya memperkuat sinergi regional, ASEAN dihadapkan pada tantangan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Dalam konteks tersebut, Chairman AWGCW dari Malaysia Mahadi Bin Sukarno berujar ASEAN tidak boleh menjadi lokasi pembuangan limbah global.






