Pejabat Amerika Serikat (AS) mendesak Uni Emirat Arab untuk lebih terlibat dalam perang melawan Iran dan merebut salah satu pulau Teluk milik Teheran. Hal itu dilaporkan oleh The Telegraph pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Seorang mantan pejabat senior keamanan AS mengatakan bahwa beberapa orang di lingkaran Presiden AS Donald Trump telah mengusulkan agar UEA merebut Pulau Lavan, yang dilaporkan menjadi sasaran serangan militer rahasia Emirat pada awal April.
Ambil saja!”
kata pejabat AS yang tidak diketahui namanya itu, dikutip dari Middle East Monitor, Senin, 18 Mei 2026.
Itu (pengambilalihan pulau itu) akan dilakukan pasukan UEA di lapangan, bukan AS,”
tambahnya.
Sebagai informasi, ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Sebagai tanggapan, Teheran membalas dengan serangan yang menargetkan Israel serta sekutu AS di Teluk, termasuk UEA, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata pun mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan perdamaian. Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu.


