Otoritas Amerika Serikat (AS) melalui Departemen Luar Negeri mengeluarkan kebijakan membatasi perjalanan bagi pegawai pemerintahnya ke kota Taif dan Yanbu, di Arab Saudi. Kebijakan itu karena alasan situasi keamanan regional.

Karena situasi keamanan yang sedang berlangsung di Arab Saudi, pegawai pemerintah AS yang bekerja di Arab Saudi sekarang memerlukan otorisasi khusus untuk semua perjalanan resmi dan pribadi ke kedua kota tersebut,”

demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS dikutip dari Anadolu Ajansi, Senin, 21 September 2026.

Pernyataan itu juga menganjurkan agar semua warga negara AS untuk tetap waspada. Selain itu, diimbau setiap warga negara bisa jaga agar ponsel tetap terisi daya.

Warga AS juga diminta menghindari demonstrasi atau kehadiran polisi yang berlebihan. Selain itu, menjaga agar tak terlalu mencolok terutama di lokasi-lokasi yang terkait dengan AS.

Misi itu menyarankan warga agar segera mencari perlindungan di tempat yang jauh dari jendela dan pintu jika terjadi serangan udara. AS juga mencatat bantuan konsuler standar dan darurat tetap beroperasi di seluruh kerajaan.

Kebijakan AS itu diambil di tengah eskalasi militer antara Arab Saudi dengan kelompok milisi Houthi Yaman. Washington sudah mendesak warganya yang berada di luar Timur Tengah untuk pertimbangkan kembali perjalanan ke atau melalui wilayah tersebut karena risiko eskalasi.