Aksi walkout puluhan delegasi mewarnai pidato Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kamis, 24 September 2026.
Momen tersebut terjadi ketika Netanyahu bersiap menyampaikan pidatonya di hadapan para delegasi negara anggota PBB. Rekaman dari dalam ruang sidang memperlihatkan sejumlah delegasi meninggalkan tempat duduk mereka dan berjalan menuju pintu keluar.
Meski aksi walkout berlangsung, sejumlah perwakilan negara lainnya tetap berada di dalam ruang sidang ketika Netanyahu mulai menyampaikan pidatonya.
Netanyahu diketahui berstatus buronan Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza, Palestina.
Seperti dikutip dari palestinechronicle, Minggu, 27 September 2026, terdapat sejumlah negara yang delegasinya terlihat tetap berada di dalam ruang sidang saat Netanyahu berpidato.
Negara-negara tersebut antara lain Israel, Italia, Ethiopia, Finlandia, Guinea-Bissau, Guinea, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab (UEA), Serbia, Maroko, Inggris, Jerman, Prancis, Kanada, Australia, Jepang, Ukraina, Argentina, Paraguay, Bahrain, India, Korea Selatan, Filipina, Thailand.
Namun, daftar tersebut mesti ditempatkan dalam konteks yang tepat. Keberadaan suatu delegasi di ruang sidang tak otomatis berarti pemerintah negara tersebut mendukung isi pidato maupun kebijakan Netanyahu.

Bukan Daftar Resmi
PBB sejauh ini tak menerbitkan catatan kehadiran resmi berdasarkan negara yang secara khusus mencatat delegasi mana saja yang meninggalkan atau tetap berada di ruang sidang selama pidato Netanyahu.
Karena itu, daftar negara yang disebut tetap berada di dalam ruang sidang merupakan hasil identifikasi visual merujuk rekaman persidangan. Daftar itu bukan data yang dikeluarkan PBB.
Hal itu juga membuat daftar itu tak bisa dianggap sebagai catatan definitif mengenai negara-negara yang menghadiri atau meninggalkan ruang sidang saat Netanyahu berpidato.
Dengan demikian, aksi walkout jadi salah satu momen yang menonjol dalam pidato Netanyahu di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB. Sementara, posisi masing-masing negara perlu dibaca secara hati-hati dan tak semata-mata disimpulkan dari keberadaan delegasinya di dalam ruang sidang.






