Para orangtua di Riyadh, Arab Saudi, mendadak menerima informasi mengenai perubahan sistem pembelajaran di sekolah pada Minggu, 27 September 2026.
Sejumlah sekolah di Riyadh dilaporkan mengirimkan email kepada para orangtua yang berisi pemberitahuan mengenai rencana penerapan pembelajaran jarak jauh selama sepekan.
Kami baru saja diberi informed oleh pihak berwenang Saudi bahwa sekolah-sekolah harus tetap tutup sepanjang minggu,”
demikian laporan The New Arab, Minggu, 27 September 2026.
Namun, hingga kini belum ada alasan resmi yang disampaikan terkait keputusan tersebut. Kebijakan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk serta serangkaian serangan yang ditujukan ke Arab Saudi oleh kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman.
Kelompok Houthi diketahui memiliki konflik berkepanjangan dengan Arab Saudi. Ketegangan kembali meningkat dalam beberapa bulan terakhir setelah periode gencatan senjata yang berlangsung sekitar empat tahun.
Dalam perkembangan terbaru, kelompok Houthi mengumumkan akan mulai menargetkan kapal tanker minyak berbendera Saudi yang melintasi Selat Bab el-Mandeb dari Laut Merah.
Langkah itu disebut sebagai bentuk solidaritas terhadap blokade Iran di Selat Hormuz.
Situasi semakin berkembang setelah kelompok Houthi melancarkan serangkaian serangan militer dalam beberapa pekan terakhir.
Kelompok tersebut dilaporkan merebut sejumlah wilayah baru dari pasukan pemerintah di Yaman bagian barat, termasuk menguasai kota pesisir penting, Mokha.
Selain itu, kelompok Houthi juga semakin sering menargetkan infrastruktur energi di Arab Saudi.
Di tengah kondisi itu, keputusan sejumlah sekolah di Riyadh untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh selama sepekan menjadi perhatian.
Meski demikian, belum ada keterangan resmi yang mengaitkan kebijakan penutupan sekolah tersebut secara langsung dengan situasi keamanan atau serangan Houthi.






