Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak proposal damai terbaru Iran yang disampaikan kepada Washington selama negosiasi tak langsung di New York.
Mereka telah mengajukan proposal dan saya menolaknya,”
kata Trump, dikutip dari Middle East Monitor, Minggu, 27 September 2026.
Meskipun ditolak, seorang pejabat AS mengatakan bahwa diskusi berlangsung positif antara Washington. Pembicaraan damai akan terus berlanjut melalui mediator, termasuk mengenai isu-isu nuklir.

Diketahui, Utusan Khusus AS Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner, mengadakan putaran baru pembicaraan tidak langsung dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di sela-sela Sidang Umum PBB di New York. Pembicaraan itu dilakukan dengan Qatar yang berperan sebagai mediator kedua negara.
Selama pembicaraan tersebut, Araghchi menyampaikan syarat-syarat Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan melanjutkan negosiasi nuklir.
Teheran mengusulkan pembukaan kembali jalur strategis tersebut dan melanjutkan pembicaraan nuklir dalam waktu sepekan. Upaya itu sebagai imbalan atas pencabutan blokade angkatan laut oleh Washington.
Lalu, pencabutan sanksi terhadap penjualan minyak Iran, dan pemberlakuan kembali gencatan senjata di seluruh wilayah tersebut.
Namun, para negosiator AS menyampaikan Teheran tak mengendalikan selat tersebut dan karenanya tidak bisa mengajukan tuntutan terkait hal itu.
Negosiasi tersebut berlangsung saat Turki, Qatar, dan mediator regional lainnya berupaya menghidupkan kembali diplomasi antara Washington dan Teheran. Meskipun masih ada perbedaan signifikan mengenai isu-isu utama.






