Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Internasional

Republik Kalah Telak di Pemilu Sela, Trump Sebut Pasar Saham AS Rontok US$3 Triliun

Trump mengklaim pasar saham AS kehilangan nilai hingga US$3 triliun setelah Partai Republik mengalami kekalahan telak di pemilu sela.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump,
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: Instagram Donald Trump)

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyoroti gejolak pasar saham setelah pemilihan paruh waktu atau pemilu sela. Trump mengklaim pasar saham AS kehilangan nilai hingga US$3 triliun setelah Partai Republik mengalami kekalahan telak di pemilu sela.

Trump menilai hasil pemilihan turut memengaruhi pergerakan pasar saham. Namun, ia menegaskan tak terlibat langsung dalam kontestasi politik tersebut. Bahkan, ia mengklaim akan memenangkan pemilu apabila namanya tercantum sebagai calon.

Sekadar informasi, saya tidak ikut serta dalam pemilihan ini. Jika saya terdaftar sebagai calon, saya pasti akan menang,”

kata Trump dikutip dari The Financial Times, Sabtu, 7 November 2026.

Sementara, setelah Partai Demokrat menguasai mayoritas kursi di DPR dan Senat, Nasdaq 100 mencatat penurunan harian terbesar sejak 2020 pada 5 November.

Iklan

Di tengah sorotan terhadap pelemahan pasar saham, Trump justru banggakan capaian ekonomi pemerintahannya terutama dari sisi penciptaan lapangan kerja.

Dia mengklaim pertumbuhan sektor ketenagakerjaan sebagai bukti bahwa perekonomian AS masih menunjukkan kinerja positif.

Kami mencatatkan angka ketenagakerjaan yang luar biasa. Ini adalah peningkatan lapangan kerja di sektor manufaktur yang terbesar dalam beberapa dekade,”

tutur Trump.

Merujuk data Departemen Tenaga Kerja AS, jumlah pekerjaan di sektor nonpertanian bertambah 165.000 pada Oktober 2026. Angka tersebut jauh melampaui ekspektasi pasar yang memperkirakan penambahan sekitar 65.000 pekerjaan.

Sementara itu, sektor manufaktur mencatat kenaikan sebanyak 19.000 pekerjaan.

Selain ekonomi, Trump turut menyinggung persaingan AS dengan negara lain dalam pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Dia menegaskan AS berada di posisi unggul dalam perlombaan teknologi tersebut.

Siapa pun yang menang, pihak yang mendapatkan kecerdasan superlah yang menang. Di bawah pemerintahan Trump, pemenangnya akan selalu Amerika, dan kita unggul saat ini,”

jelas Trump.

Dia juga mengungkapkan telah membahas persaingan teknologi AI dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping saat bertemu di Gedung Putih sekitar tiga minggu sebelumnya.

Beliau mengerahkan seluruh kemampuannya dan mengucapkan selamat kepada kita atas keberhasilan kita,”

ujar Trump.

Dalam kesempatan yang sama, Trump kembali menegaskan sikap pemerintahannya terhadap program nuklir Iran. Dia menyatakan tidak akan membiarkan negara tersebut memiliki senjata nuklir.

Jika kita tidak mengirimkan pesawat pembom B-2 sekitar setahun yang lalu, Israel akan lenyap dari muka bumi,”

tutur Trump.

Trump juga memberikan apresiasi kepada sejumlah kandidat Partai Republik yang berhasil memenangkan pemilihan paruh waktu. Salah satunya dengan menyampaikan ucapan selamat kepada anggota Kongres Byron Donalds atas terpilihnya sebagai gubernur Florida.

Pernyataan Trump tersebut disampaikan hanya beberapa jam setelah dia mengumumkan rencana menunjuk Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller untuk menggantikan Susie Wiles sebagai kepala staf Gedung Putih.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.