Tidur menggunakan kipas angin merupakan hal yang sangat wajar dilakukan oleh banyak masyarakat di Indonesia.
Namun beberapa orang beranggapan tidur menggunakan kipas angin bisa menyebabkan paru-paru basah.
Namun hal itu ditepis oleh Content Creator sekaligus Ahli Kesehatan, dr Nadia Alaydrus.
Ia menjelaskan paru-paru basah sebenarnya bukan istilah medis.
Biasanya orang-orang menyebutnya pneumonia, yaitu infeksi paru-paru yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau juga jamur. Tapi ini semua penyebabnya bukan kipas angin,” ujar dr Nadia seperti dikutip dari akun TikTok @nadialaydrus, Selasa (21/10/2025).
Dokter Nadia menyebut kipas angin tidak menyebabkan infeksi, tapi kalau tidur dalam keadaan ruangan yang tertutup rapat, suhunya terlalu dingin, udaranya kering dan berdebu bisa menyebabkan mukosa saluran nafas menjadi kering, dan menurunkan daya tahan lokal paru-paru.
Akhirnya inilah yang bisa sebabkan kuman gampang masuk. jadi sebenarnya masalahnya bukan kipasnya, tapi cara pakainya,” terangnya.
Dokter Nadia menambahkan kalau seseorang tidur dengan kipas angin yang diarahkan ke dalam tubuh semalaman itu bisa menyebabkan tubuh kedinginan, kemudian pembuluh darah di hidung dan tenggorokan jadi menyempit, sistem imun jadi menurun, dan akhirnya itu membuat seseorang jadi gampang flu ataupun radang tenggorokan.
Tapi itu bukan sebuah pneumonia langsung, itu efek secondary dari udara dingin dan kelembaban yang rendah,” katanya.
Menurutnya, kalau ventilasi udara baik, kipas angin mau berputar pelan dan arah anginnya tidak langsung ke tubuh, tidur pakai kipas angin aman saja.
Jadi jangan salahkan kipas anginnya, melainkan salahkan cara kalian pakainya,” tandasnya.
