Begadang seolah sudah menjadi gaya hidup masyarakat urban. Apalagi kaum pekerja yang sedang mengejar deadline, mereka pun dituntut harus menyelesaikan pekerjaan hingga larut malam.
Padahal begadang memiliki efek yang tidak baik untuk kesehatan. Salah satunya adalah dapat merusak kesehatan organ dalam tubuh.
Content Creator sekaligus Ahli Kesehatan, dr Tirta mengatakan orang yang begadang secara terus menerus akan memperpendek masa tua.
Jadi begadang boleh tapi ada jatahnya. Kalau begadang terus-terusan walaupun tidur siang, kita mengurangi jatah di masa tua. Ibaratnya ngambil voucher,” ujar dr Tirta.
Dokter Tirta menjelaskan saat malam hari, tubuh melakukan pergantian sel yang rusak.
Saat malam, terjadi pergantian sel tubuh yang rusak. Kalau kamu tidur, itu yang bekerja hanya otak dan tubuh-tubuh yang otomatis. Sel kulit diganti, sel rambut diganti, kuku makin panjang, sel rusak diganti, makanya kalau olahraga badan pegal-pegal karena masa otot berkembang,” beber dr Tirta.
Namun ketika seseorang memilih untuk begadang maka sel-sel tubuh yang rusak tidak akan terjadi. Hal itu membuat sel-sel yang rusak itu menjadi menumpuk.
Kalau jam tidur (malam) diambil, tubuh gak sempet recovery. sel tidak ganti, sel yang rusak ini akhirnya numpuk dan jadi zat kanker dalam beberapa lama,” paparnya.
Menurutnya, meskipun setelah begadang dan mengganti jam tidur malam dengan tidur siang itu tidak akan berpengaruh. Sebab tidur siang hanya mengistirahatkan otak saja.
Makanya begadang ada jatahnya, gunakan hal yang penting,” tutup dr Tirta.

