Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular kronis yang menyerang area pernapasan. Kondisi ini membutuhkan durasi pengobatan yang cukup panjang, biasanya pasien TB harus minum obat selama 6 bulan.
Namun masih banyak pasien TB yang bandel berhenti minum obat. Mereka merasa kondisi tubuhnya membaik dan yakin sudah sembuh.
Dokter Spesialis Paru dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K), mengakui banyak pasien TB yang pengobatannya tidak selesai.
Jadi memang pengobatan TB itu kan harus enam bulan. Dan ini harus selesai, nggak boleh putus di tengah jalan. Tapi memang kadang-kadang kan masyarakat nggak sabar,”
ujar dr Erlina saat dihubungi Owrite melalui sambungan telepon, Rabu (12/11/2025).
Dokter Erlina menambahkan, kasus tersebut terjadi karena ketika pasien sudah minum obat selama dua bulan. Biasanya gejalanya berkurang atau bahkan hilang.
Jadi pasien merasa, wah ini sudah sembuh. Dia akhirnya nggak mau minum obat lagi, padahal itu belum sembuh. Kumannya masih ada,”
jelasnya.
Tentunya ada dampak negatif ketika seseorang berhenti minum obat TB belum sampai enam bulan. Efek jangka panjangnya, kuman yang ada tubuh pasien akan bangkit dan berkembang biak lagi.
Mungkin bulan depannya atau dua bulan kemudian akan sakit lagi. Jadi kadang-kadang yang kita khawatirkan adalah bisa jadi kumannya kemudian bermutasi, menjadi kuman yang resisten obat, nah ini lebih susah,”
paparnya.
Dokter Erlina mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak perlu takut bila mengidap tuberkulosis. Sebab penyakit tersebut bisa diobati dan bisa sembuh.
Jadi nggak usah takut, nggak usah khawatir, kalau ada gejala, segera berobat ke rumah sakit, atau ke dokter, ke puskesmas, ke mana pun, dan Anda bisa sembuh. Minum obatnya teratur dan sampai selesai,”
pungkasnya.
