Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 15 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • iran
  • Spill
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Fenomena Debu Hitam di Kaliabang, Ahli Kesehatan Lingkungan Beberkan Bahayanya 
Kesehatan

Fenomena Debu Hitam di Kaliabang, Ahli Kesehatan Lingkungan Beberkan Bahayanya 

Syifa FauziahAmin Suciady
Last updated: November 17, 2025 5:35 pm
Syifa Fauziah
Amin Suciady
Share
ilustrasi debu
ilustrasi debu (sumber foto: freepik)
SHARE

Warga Kaliabang Bahagia di Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, tengah mengalami situasi yang tidak nyaman. Pasalnya sejak tiga minggu terakhir muncul fenomena debu hitam.

Debu hitam itu berasal dari aktivitas pembakaran industri yang menggunakan batu bara dengan cerobong asap. Asap tersebut menyebabkan debu di perumahan warga. 

Ahli Kesehatan Lingkungan dari Universitas Griffith, Australia, dr Dicky Budiman meminta kepada pemerintah daerah untuk berkoordinasi dengan pihak pabrik agar menghentikan atau mengurangi aktivitas pembakaran. Pasalnya, debu hitam tersebut bisa menyebabkan penyakit pernafasan dan kulit. 

Ada risiko nyata baik untuk efek akut ya berupa iritasi, bronkitis, atau ekstraserbasi asma, maupun efek kronik lainnya. Kalau pembakarannya berulang berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan bisa menyebabkan penyakit penurunan fungsi paru, kordiofaskuler, atau bahkan potensi karsinogenik ya dalam jangka yang tentu panjang,”

ujar dr Dicky saat dihubungi melalui pesan singkat, Senin (17/11/2025). 

Dokter Dicky menjelaskan debu hitam yang berasal dari pembakaran seperti batubara cenderung mengandung PM5 dan juga PM10, black carbon dan juga kontaminan organik seperti polisiklik aromatik hidrokarbon, atau bahkan logam berat seperti FE ya, mangan, nikel, atau PB dan kadmium.

Debu halus ini bisa menembus jauh ke saluran nafas dan bahkan darah. Dan paparan pernafasan jangka pendek ini yang bisa menyebabkan batuk nafas sesak, iritasi mata, hidung tenggorok, bahkan eksaserbasi asma, dan infeksi saluran nafas atas. Paparan kronis jangka lama, ada peningkatan risiko penyakit paru kronik, stroke, penyakit jantung, dan kemungkinan peningkatan risiko kanker paru,”

bebernya.

Selain masalah pernapasan, debu hitam itu juga menyebabkan masalah pada kulit. Kulit bisa menimbulkan iritasi, kontak dermatitis, hyperpigmentasi, atau memperburuk kondisi kulit yang terganggu.

Misalnya jerawatan, apnea, atau eksim. Ini yang tentu jadi memberat kondisinya,”

katanya.

Lantas apa yang harus dilakukan? Dokter Dicky menyarankan kepada masyarakat untuk melakukukan pembersihan basah atau wet cleaning.

Gunakan lap basah atau vakum agar tidak mengangkat kembali partikel ke udara. Kemudian ketika melakukan itu (bersih-bersih) ya juga saat sehari-hari pakai masker N95. Tutup jendela atau ventilasi ketika debu turun gunakan pembersih udara dengan filter HEPA kalau ada,”

ucapnya.

Selain itu juga dr Dicky menyarankan ketika debu muncul sebaiknya jangan membuka jendela. Bersihkan kulit dengan air dan sabun setelah pulang ke rumah, serta pakaian luar yang terpapar.

Perlu juga memeriksakan diri, khususnya pada anak, lansia, ibu hamil, atau orang dengan komorbid,”

katanya.
Tag:bekasidebuKesehatan
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Trending di OWRITE
Trump dan Xi Jinping Bertemu di Beijing, Harga Minyak Dunia Terkoreksi ke US$105 per Barel
By Anisa Aulia
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
1
Sidang Kasus Air Keras: Serda Edi Sudarko Ngaku Kesal Lihat Video Andrie Yunus di Hotel Fairmont
By Rahmat
Hakim menampilkan foto salah satu terdakwa yang juga terkena air keras Serda Edi Sudarko (kedua kanan) pada sidang lanjutan kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus di Pengadilan Militer II-08, Jakarta, Rabu (6/5/2026). Sidang tersebut beragendakan mendengar keterangan delapan orang saksi dengan rincian lima orang anggota TNI dan tiga orang warga sipil yang dihadirkan Oditur Militer.
2
Buntut Polemik LCC Kalbar: MPR RI Nonaktifkan Dua Juri dan MC, Final Bakal Diulang
By Hadi Febriansyah
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah.
3
Efek Domino Kurs Rp17.500: Manufaktur Terjepit, Daya Beli Masyarakat Turun, dan Potensi PHK
By Anisa Aulia
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta, Kamis (23/4/2026). Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Kamis (23/4/2026) melemah 106 poin atau 0,62 persen menjadi Rp17.287 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.181 per dolar AS, dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak dunia akibat perang AS dan Iran.
4
Kevin Warsh Disetujui Jadi Ketua The Fed Gantikan Jerome Powell, Ini PR Beratnya
By Anisa Aulia
Kevin Warsh, Ketua Federal Reserve (The Fed) terpilih. (Sumber: Dok. Federal Reserve)
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi seorang wanita mengkonsumsi makanan
Kesehatan

Angka Obesitas Indonesia Naik Jadi 23,4 Persen, Menkes Soroti Pola Hidup

Obesitas merupakan kondisi medis yang menjadi faktor risiko berbagai penyakit tidak menular…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
3 hari lalu
Ilustrasi virus
Kesehatan

PHRI: Hantavirus Belum Berdampak Signifikan pada Pariwisata Indonesia 

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyebut, saat ini kemunculan Hantavirus belum…

Ani RatnasariSyifa Fauziah
By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
3 hari lalu
Ilustrasi wabah Hantavirus
Kesehatan

Epidemiolog Tegaskan Hantavirus Tak Perlu Pembatasan Perjalanan Internasional

Usai ramai kasus hantavirus, banyak masyarakat yang merasa khawatir bila harus bepergian…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
4 hari lalu
Gerombolan tikus dalam sebuah ruangan.
Kesehatan

Waspada Hantavirus Masuk Indonesia, Pakar Ingatkan Pengetatan Skrining di Tanjung Priok dan Batam

Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman mengatakan hantavirus merupakan penyakit zoonosis akut dengan…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
4 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up