Saat ini, tren kuliner semakin berkembang. Jajanan kekinian seperti seblak, boba, brownies, cilok, dan makanan lainnya selalu jadi favorit, karena rasanya yang enak.
Bahkan, makanan dan minuman kekinian itu dibuat seakan kita yang mengonsumsi tidak bisa berhenti.
Influencer sekaligus ahli kesehatan, dr Nadia Alaydrus memberikan penjelasannya. Ia mengatakan makanan-makanan tersebut dibuat oleh industri yang sangat cerdas karena seolah bisa ‘ngehack’ otak manusia.
Kayak misalnya camilan manis yang bikin otak kita ngerekam seolah-olah itu makanan yang enak, atau misalnya berbagai macam chips yang sekali makan bikin kita nggak sadar itu satu bungkus habis,”
dr Nadia seperti dikutip dari akun TikTok @nadiaalyadrus, Selasa 2 Desember 2025.
Menurut dr Nadia, hal itu merupakan kehebatan teknologi, karena para produsen makanan itu menggunakan gula, garam, dan juga lemak yang dipakai bukan membuat penikmatnya merasa kenyang, tapi buat bikin otak ketagihan.
Yang bikin setiap gigitan yang kita makan itu mentrigger hormon dopamin alias hormon happy yang di mana itu ada di area otak kita, sama halnya ketika kita itu kecanduan narkoba,”
dr Nadia.
Ia pun menjelaskan terkait hasil penelitian menunjukkan polanya menggunakan FMRI (Functional Magnetic Resonance Imaging), dimana para produsen makanan itu memiliki bliss point atau formula adiktif yang bikin penikmatnya merasa craving terus, bukan karena kita lemah tapi target marketing mereka berhasil.
Jadi jangan pernah anggap ‘ah orang makannya cuma sekali’, padahal tanpa sadar itu sudah jadi coping mechanism, ketika kalian merasa stres, merasa kosong, merasa kesepian, atau merasa anxious,”
dr Nadia.
Ia juga mengatakan sudah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa makanan ultra proses food bisa merusak sistem limbik, di mana itu adalah pusat otak yang mengatur motivasi.
Makanya ketika kita craving makan kayak begitu bukan buat kenyang, tapi memang kalian kecanduan,”
dr Nadia.
Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk berhenti konsumsi makanan ultra proses food karena berbahaya bagi kesehatan. https://vt.tiktok.com/ZSfGLfEBv/
