Virus Nipah yang merebak di India beberapa waktu yang lalu ini membuat banyak masyarakat khawatir pasalnya tingkat kematian bila terpapar virus ini mencapai 40-75 persen.
Virus Nipah merupakan patogen zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia. Virus ini berbahaya karena sifatnya yang agresif dan kemampuan bermutasi.
Virus Nipah menyebabkan peradangan otak (ensefalitis) yang parah, dengan gejala pernapasan akut.
Masa inkubasi bisa antara 4 hingga 14 hari, bahkan dilaporkan hingga 45 hari, memungkinkan seseorang tidak sadar telah terinfeksi.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga saat ini mengumumkan bahwa di Indonesia belum ada laporan paparan infeksi virus Nipah.
Meski demikian, ahli kesehatan sekaligus Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk melakukan upaya pencegahan seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Thailand.
Thailand meningkatkan monitor kesehatan masyarakat dan skrining. Perdana Menteri Thailand juga memberi instruksi pada Kementerian Kesehatan Thailand mendapat penanganan selanjutnya,”
ujar Prof Tjandra dalam keterangannya, Kamis 29 Januari 2026.
Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand sendiri telah melakukan skrining virus Nipah pada lebih dari 1.700 penumpang pesawat udara yang datang dari Kolkata, India, di ketiga bandara mereka, Suvarnabhumi, Don Mueang dan Phuket, dan sejauh ini memang belum ada kasus positif pada 27 Januari 2026,”
jelasnya.
Untuk pelaksanaan skrining ini Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand Phatthana Phromphat bekerja sama dengan Deputi Perdana Menteri Perhubungan Thailand Phiphat Ratchakitprakarn serta otoritas bandara setempat, jadi dilakukan dengan amat serius.
Departemen Pelayanan Medik Department of Medical Services Thailand juga sudah menginstruksikan tiga Rumah Sakit mereka, yaitu Rajavithi, Lerdsin dan Nopparat Rajathanee, untuk mempersiapkan ruang isolasi dan tim dokter spesialis bila nantinya ada kasus suspek dan terkonfirmasi yang dideteksi.
Selain skrining dan penyiapan rumah sakit, pemerintah Thailand melalui Departemen Pengendalian Penyakit Department of Disease Control menyatakan bahwa Thailand secara ketat melakukan monitoring penyakit virus Nipah dengan pendekatan Satu Kesehatan (One Health) yang mengintegrasikan kesehatan manusia, kesehatan hewan dan kesehatan lingkungan.
Menurut Prof Tjandra, langkah yang dilakukan pemerintah Thailand ini juga bisa diterapkan di Indonesia untuk melindungi masyarakat.
Mungkin baik kalau dipertimbangkan tentang kegiatan yang dapat dilakukan juga di negara kita,”
tandasnya.
