India melaporkan lima kasus infeksi virus Nipah terbaru pada 25 Januari 2025 yang terjadi di Barasat, Benggala Barat, India. Kedua pasien merupakan perawat, yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.
Beberapa hari setelahnya tiga orang terkonfirmasi terinveksi virus yang sama.
Wabah ini tentu membuat banyak orang merasa khawatir. Sebab Case Fatality Rate (CFR) atau angka kematian dari virus Nipah ini mencapai 75 persen.
Namun, Ahli Kesehatan dr Tifauzia Tyassuma mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir. Karena virus Nipah ini tergolong endemik.
Masyarakat tidak perlu khawatir,”
ujar dr Tifa kepada owrite, Kamis 29 Januari 2026.
Dokter Tifa mengajak masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi atau pencegahan agar tidak terkena virus Nipah.
Entah itu supply makanan yang diterima atau obat-obatan yang disediakan. Kalau virus, sebetulnya apakah CFR-nya itu tinggi atau rendah, sebetulnya tergantung kepada daya imunitas dari masing-masing individu,”
jelasnya.
Menurutnya menjaga daya tahan tubuh bal yang penting. Untuk mendapatkan daya tahan tubuh yang baik, perlu asupan maknan dan minuman yang bergizi.
Perbanyak sayur, buah, banyak makanan yang tidak diolah secara berlebihan,”
ucapnya.
Selain itu juga kurangi konsumsi gula. Sebab tubuh yang menerima banyak gula dapat berpengaruh pada imunitas tubuh.
Terus juga higienitas pribadi. Jadi, sebetulnya waktu COVID-19 3 tahun itu bagus lho. Kita dibiasakan untuk bawa desinfektan kemana-mana, tidak sembarangan makan atau minum, sering cuci tangan dengan sabun, itu sebenarnya bagus,”
tandasnya.
