Bulan Ramadan sering kali identik dengan perubahan pola aktivitas, mulai dari jam tidur hingga kebiasaan makan.
Tak sedikit orang yang kemudian mengurangi bahkan menghentikan rutinitas olahraga karena khawatir tubuh menjadi lemas saat berpuasa.
Padahal, dengan pengaturan waktu dan intensitas yang tepat, olahraga tetap bisa dilakukan tanpa mengganggu ibadah puasa.
Berolahraga selama Ramadan justru dapat membantu menjaga kebugaran, mempertahankan massa otot, serta meningkatkan energi secara keseluruhan.
Kuncinya adalah memilih jenis latihan yang sesuai, seperti olahraga ringan hingga sedang, serta memperhatikan waktu terbaik, misalnya menjelang berbuka atau setelah salat tarawih.
Dengan cara ini, tubuh tetap aktif tanpa risiko dehidrasi berlebihan.
Menjadikan olahraga sebagai bagian dari rutinitas Ramadan juga bisa membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan pola makan.
Selain menjaga kesehatan fisik, aktivitas ini turut berperan dalam menjaga suasana hati dan kualitas tidur.
Karena itu, Ramadan bukan alasan untuk berhenti bergerak, melainkan momen untuk menerapkan pola hidup yang lebih seimbang dan teratur.
Hal itu juga disampaikan oleh Coach Fatloss, Yeston bahwa olahraga saat puasa bisa membantu menurunkan berat badan lebih maksimal.
Masih takut olahraga saat puasa karena takut lemas? Padahal kalau tau waktunya, justru ini waktu terbaik untuk bakar lemak,”
ujar Yeston seperti dikutip dari TikTok @yestontr, Senin, 23 Februari 2026.
Yeston menjelaskan banyak orang yang salah kaprah kalau puasa harus istirahat. Padahal kalau kamu pilih olahraga yang tepat, fatloss bisa lebih maksimal.
Pasalnya saat puasa kadar insulin rendah, dan tubuh lebih mudah menggunakan lemak sebagai energi.
Jenis Olahraga
Ia juga mengungkapkan, olahraga saat puasa tidak perlu yang berat, fokus dari intensitas ringan hingga sedang.
Contohnya jalan santai, jogging ringan, dan sepeda santai, atau workout seperti squad, push up dan plank,”
katanya.
Waktu Terbaik untuk Olahraga
Sementara itu, untuk waktu terbaik saat olahraga ada dua, yakni sebelum dan setelah berbuka puasa.
Kedua waktu itu memiliki manfaat tersendiri untuk kesehatan. Misalnya olahraga 30-60 menit sebelum berbuka, dapat membuat lemak terbakar secara maksimal.
Saat olahraga kamu bisa langsung rehidrasi dan makan, jadi risiko lemas lebih kecil. Kemudian 1-2 jam setelah buka. Kalau kamu mau performa lebih kuat, ini pilihan bagus, karena energi sudah masuk jadi kamu bisa latihan sedikit lebih intens,”
katanya.
Yeston mengingatkan untuk Anda yang ingin olahraga untuk tetap mendengar alarm dalam tubuh. Jika pusing sebaiknya berhenti dan jangan dipaksakan.
Tentunya harus ingat tujuan puasa bukan hanya menahan lapar tapi upgrade kesehatan.
(Foto: Freepik)
