Selama menjalani ibadah puasa Ramadan, sebagian orang kerap mengalami keluhan pada sistem pencernaan seperti perut terasa begah, kembung, hingga sakit maag yang kerap kumat.
Kondisi ini biasanya muncul setelah berbuka puasa atau saat sahur, terutama ketika pola makan berubah drastis dibandingkan hari-hari biasa.
Kondisi yang terjadi saat puasa ini umumnya dipicu oleh kebiasaan makan terlalu cepat, mengonsumsi makanan dalam porsi besar sekaligus, atau memilih menu yang tinggi lemak dan gas seperti gorengan serta minuman bersoda.
Selain itu, perut yang kosong dalam waktu lama juga membuat sistem pencernaan menjadi lebih sensitif ketika kembali menerima asupan makanan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, memiliki cara agar tubuh terhindar dari maag atau begah saat berpuasa, dan tanpa minum obat. Salah satunta adalah tidak tidur atau rebahan setelah makan menjadi tips paling utama.
Ini saya berikan tiga tips buat kalian agar enggak begah pada saat puasa. Yang pertama, jangan tidur rebahan langsung sesudah makan,”
ujarnya dalam konten video edukasi di Instagram, dikutip Jumat, 6 Maret 2026.
Selain itu, Anda tidak disarankan untuk tidur atau rebahan setelah makan, tidak langsung memakan makanan berat saat berbuka puasa juga menjadi salah satu cara agar maag atau begah tidak kambuh.
Kemudian, konsumsi makanan yang kaya protein dan lemak baik juga sangat dianjurkan, agar tubuh tidak terus bergantung kepada obat.
Cara selanjutnya adalah ketika buka puasa jangan langsung makanan berat. Dan menurut Menkes, cara yang ketiga ialah makanlah yang kaya protein dan juga lemak baik.
Jadi kalau bisa secara alami, kenapa mesti minum obat,”
tutup Menkes Budi.
