Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 8 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Cara Pemerintah RI Atasi Efek China Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2026
Ekonomi Bisnis

Cara Pemerintah RI Atasi Efek China Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2026

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Maret 6, 2026 5:14 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
5 bulan lalu
Share
Tumpukan Peti Kemas diatas Kapal Kargo ke China. (Sumber: Unsplash/Eilis Garvey)
Tumpukan Peti Kemas diatas Kapal Kargo ke China. (Sumber: Unsplash/Eilis Garvey)
SHARE

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian merespons, terkait China memangkas target pertumbuhan ekonomi 2026 ke level terendah dalam 30 tahun terakhir ke kisaran 4,5-5 persen. Pasalnya, China merupakan mitra dagang utama Indonesia dan salah satu penyumbang investasi terbesar.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto mengatakan pemerintah mencermati secara serius atas keputusan pemerintah China tersebut.

Kami mencermati secara seksama atas keputusan Pemerintah Tiongkok terhadap perubahan target pertumbuhan pada kisaran 4,5 persen-5 persen sebagai target terendah dalam beberapa tahun terakhir. Hal tersebut menjadi sinyal adanya transisi perekonomian global dan ketegangan geopolitik yang perlu diantisipasi secara adaptif,”

ujar Haryo saat dihubungi owrite Jumat, 6 Maret 2026.

Haryo menjelaskan, China merupakan salah satu negara tujuan ekspor komoditas utama RI seperti besi, nikel, dan sebagainya. Total ekspor non migas ke China mencapai US$5,27 miliar per Januari 2026.

Maka dengan dinamika yang sedang berkembang saat ini, Haryo mengatakan bahwa pemerintah RI akan melakukan diversifikasi pasar. Sehingga perdagangan global Indonesia tidak hanya bergantung pada satu negara. 

Kami sedang mempercepat proses penyelesaian perundingan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan Uni Eropa dan UK,”

jelasnya.

Adapun terkait investasi asing, Haryo mengatakan China konsisten menjadi penyumbang investasi terbesar dengan posisi kedua hingga ketiga.

Kami optimis pada komitmen yang sudah berjalan di sektor hilirisasi nikel dan ekosistem EV untuk tetap on track. Produk hilirisasi memiliki daya tawar yang lebih kuat dan pasar yang lebih luas di tingkat global,”

katanya.

Haryo mengaku, pemerintah juga terus menjalin komunikasi intensif dengan investor China. Hal ini untuk memastikan proyek-proyek strategis nasional tetap berjalan, serta implementasi kerja sama Two Parks Twin Countries (TCTP) yang telah menjadi komitmen Indonesia-China.

Pemerintah akan terus memperbaiki iklim investasi salah satunya melalui Satgas P2SP yang telah berjalan untuk menarik investasi dari negara lain dan menjaga keseimbangan aliran modal masuk,”

imbuhnya.

Pertumbuhan Ekonomi RI Turun 

Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan berdasarkan hitungan sensitivitas, setiap perlambatan 1 poin persentase pertumbuhan ekonomi China, maka akan mengurangi pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 0,10 poin persentase. Kemudian menekan neraca berjalan sekitar 0,07 persen terhadap PDB, dan menurunkan penerimaan negara sekitar Rp1,9 triliun. 

Artinya, bila pertumbuhan Tiongkok bergerak dari sekitar 5 persen ke 4,75 persen, dampak langsung ke pertumbuhan Indonesia sekitar 0,025 poin persentase, sedangkan bila turun ke 4,5 persen, dampaknya sekitar 0,05 poin persentase,”

katanya.

Namun Josua mengatakan, besarannya bisa lebih besar lagi jika perlambatan tersebut sekaligus menekan harga komoditas utama Indonesia. Tetapi bisa lebih kecil bila dorongan konsumsi domestik China tetap kuat.

Menurut Josua, penurunan target pertumbuhan ekonomi ini utamanya akan terasa lewat ekspor dan harga komoditas. Sebab, China masih menjadi pasar utama ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai US$5,27 miliar atau 24,80 persen dari total ekspor nonmigas pada Januari 2026, dan juga tetap menjadi sumber impor non migas terbesar Indonesia.

Namun, dampaknya tidak harus sangat dalam karena arah kebijakan Tiongkok dalam rencana lima tahunnya tetap menekankan penguatan konsumsi domestik, investasi efektif, dan ketahanan ekonomi dalam negeri, sehingga perlambatan ini lebih cenderung menahan laju ekonomi Indonesia daripada langsung menimbulkan tekanan besar,”

imbuhnya.
Tag:chinaDiversifikasi pasareksporKemenko Perekonomianperlambatan ekonomiPertumbuhan Ekonomi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Enam Lantai Gedung Bapenda DKI Terbakar, Titik Awal Api Masih Misterius
By Rika Pangesti
Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta bersiap memadamkan kobaran api yang membakar Gedung Badang Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta
1
Khasiat Buah Tomat, Sumber Antioksidan yang Baik untuk Kesehatan
By Ossid Duha Jussas Salma
Buah Tomat
2
Kabinet Bayangan Bukan Ancaman, Justru Koreksi bagi Pemerintah dan DPR
By Rahmat Tunny
Ilustrasi Kabinet Bayangan.
3
Prabowo Injak dan Banting Genteng Sabut Kelapa BRIN: Cikal Bakal ‘Gentengnisasi’ Rumah Rakyat?
By Natania Longdong
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam acara pertemuan dengan periset dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
4
Kapolresta Banda Aceh Diamankan Propam Mabes Polri, Dugaan Kasus Narkoba Bikin Geger!
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi Mabes Polri amankan perwira polisi.
5

BERITA LAINNYA

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (Sumber: Youtube Kementerian ESDM)
Ekonomi Bisnis

Bahlil Kenang Saat “Dihajar” Demonstran 1,5 Bulan Gegara Larangan Ekspor Nikel

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengenang salah satu…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
14 jam lalu
Kereta Cepat (Whoosh) Jakarta-Bandung. (Sumber: Dok. KCIC)
Ekonomi Bisnis

Diklaim Purbaya Tak Bebani APBN, Utang Whoosh Justru Bisa Jadi ‘Bom Waktu’

Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh akan diselesaikan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu)…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
15 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam acara pertemuan dengan periset dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Ekonomi Bisnis

Kepuasan terhadap Prabowo Anjlok, Publik Lebih Percaya Kondisi Ekonomi Riil daripada Angka Pemerintah

Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menurun tajam sekitar…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
20 jam lalu
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
Ekonomi Bisnis

Akhir Pekan Ditutup Menghijau, Rupiah Menguat Rp17.897 per Dolar AS dan IHSG Naik 1,04 Persen

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ditutup menguat…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
21 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up