Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 31 Mar 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • BMKG
  • Banjir
  • sumatera
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kasus Campak Masih Tinggi, Pakar Ingatkan Bahaya “Immune Amnesia” hingga Risiko Kematian
Kesehatan

Kasus Campak Masih Tinggi, Pakar Ingatkan Bahaya “Immune Amnesia” hingga Risiko Kematian

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Maret 30, 2026 1:52 pm
Syifa Fauziah
Ivan
Share
Seorang dokter menyiapkan vaksin campak untuk disuntikkan kepada balita di Puskesmas Ibrahim Adjie, Bandung, Jawa Barat
Seorang dokter menyiapkan vaksin campak untuk disuntikkan kepada balita di Puskesmas Ibrahim Adjie, Bandung, Jawa Barat (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/sgd)
SHARE

Kasus campak di Indonesia saat ini cukup tinggi. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hingga minggu ke-11 tahun 2026, tercatat sebanyak 58 KLB campak di 39 kabupaten/kota yang tersebar di 14 provinsi.

Jumlah kasus sempat mencapai 2.740 pada awal tahun, meskipun kini menunjukkan tren penurunan menjadi 177 kasus.

Melihat tingginya kasus campak, masih banyak orang yang beranggapan bahwa penyakit ini ringan karena ditandai ruam mewah di area tubuh.

Padahal campak memiliki risiko yang serius berdampak jangka panjang hingga kematian.

Pendiri dan Ketua Health Collaborative Centre (HCC), Ray Wagiu Basrowi, menegaskan bahwa campak merupakan penyakit paling menular di dunia.

Banyak orang masih berpikir campak itu biasa, padahal campak adalah salah satu penyakit paling menular di dunia dan bisa berakibat fatal,”

ujarnya dikutip dari akun Instagram @hcc.indonesia, Senin, 30 Maret 2026.

Virus campak tidak hanya menyebabkan kulit ruam, tapi juga bisa sangat berbahaya dan menyebabkan pneumonia (radang paru), ensefalitis (radang otak), hingga gagal napas.

Kondisi ini makin parah bagi mereka yang memiliki kondisi atau daya tahan tubuh yang lemah.

Ini yang jarang diketahui, setelah terinfeksi campak sistem imun bisa ‘reset’, artinya tubuh kehilanga memori terhadap infeksi sebelumnya. Kondisi ini dikenal sebagai immune amnesia,”

jelas Ray.

Menurut Ray, dampaknya bukan hanya soal virus, tapi kondisi tubuh juga sangat memengaruhi tingkat keparahan campak.

Beberapa faktor yang dapat memperburuk infeksi antara lain kelelahan, kurang tidur, stres kronis, serta paparan virus yang tinggi.

Kombinasi ini bisa membuat infeksi jadi lebih berat,”

ucapnya.

Ia pun memberi contoh bahwa tenaga kesehatan adalah kelompok yang paling rentan terpapar virus campak, karena sering terpapar pasien, memiliki jam kerja panjang, serta tekanan mental yang besar.

Dengan risiko yang tinggi ini, menurut Ray pencegahan menjadi langkah paling penting dalam menghadapi campak.

Vaksinasi tetap menjadi perlindungan utama untuk mencegah infeksi maupun komplikasi berat.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih peka terhadap gejala awal, seperti demam tinggi, ruam merah, batuk atau pilek, serta mata merah.

Ia pun menekankan bahwa banyak masyarakat yang abai dan menganggap penyakit lama tidak berarti tidak berbahaya.

Menurut Ray yang berubah bukan hanya virusnya saja tapi kondisi manusia saat ini, seperti lebih lelah, stres, dan rentan.

Kesehatan bukan hanya soal pengobatan tapi juga perlindungan dan pemuliuan tubuh,”

tambahnya.
Tag:CampakKemenkesRisiko Kematian.Tren PenurunanVirus
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu memberikan keterangan dalam konferensi pers penetapan tersangka baru dalam pengembangan kasus dugaan korupsi kuota haji dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024 di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta
Hukum

Dalami Kasus Kuota Haji, KPK Buka Peluang Jerat Mertua Dito Ariotedjo

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan tersangka korupsi kuota haji Kementerian Agama (Kemenag) 2023-2024 berpotensi bertambah. Bahkan KPK mengisyaratkan bakal menjerat Mertua Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo, yang…

By
Rahmat
Ivan
4 Min Read
Petugas mengisi BBM jenis Pertalite ke tangki sepeda motor konsumen di salah satu SPBU Pertamina di Palu, Sulawesi Tengah
Ekonomi Bisnis

BBM Tak Naik Tapi Ada Isu Pembatasan, ESDM: Sabar Aja Tunggu Keputusan!

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) angkat suara terkait adanya pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) di tengah gejolak penyesuaian harga BBM, pada Selasa, 31 Maret 2026. Menurut Kepala…

By
Iren Natania
Dusep
3 Min Read
gambar ilustrasi pembuatan SKCK online
Cari Tahu

Polri Resmi Luncurkan SKCK Digital, Begini Cara dan Syaratnya

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi menghadirkan inovasi layanan publik dengan meluncurkan sistem SKCK digital sejak Maret 2026. Melalui kebijakan ini, masyarakat kini dapat mengurus SKCK secara online tanpa harus…

By
Syifa Fauziah
Ivan
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Ilustrasi penyakit campak
Kesehatan

Jangan Abai, Campak Memicu Komplikasi Pneumonia hingga Kematian

Kasus campak semakin mengkhawatirkan setelah banyak kabar pasien, baik anak-anak maupun dewasa…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
2 jam lalu
Ilustrasi pasien saat di infus
Kesehatan

Minim Transparansi, Pasien Gagal Ginjal ‘Terjebak’ Cuci Darah, KPCDI Soroti Lonjakan Beban BPJS

"Merawat Manusia, Melindungi Bumi”, Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI), menilai pemerintah…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
4 hari lalu
Ilustrasi El Nino “Godzilla” Picu Ancaman Kesehatan
Kesehatan

El Nino “Godzilla” Picu Ancaman Kesehatan: Heatstroke hingga Lonjakan Penyakit Infeksi Mengintai

Fenomena El Nino “Godzilla” kembali menjadi sorotan karena dampaknya yang tidak hanya…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
4 hari lalu
Kue Nastar
Kesehatan

Menkes Ungkap Bahaya Kalori Tersembunyi di Nastar, Batasi Konsumsi saat Lebaran

Kue nastar menjadi salah satu sajian wajib yang selalu hadir di meja…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
6 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up