Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 30 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • iran
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kesehatan / Kasus Campak Masih Tinggi, Pakar Ingatkan Bahaya “Immune Amnesia” hingga Risiko Kematian
Kesehatan

Kasus Campak Masih Tinggi, Pakar Ingatkan Bahaya “Immune Amnesia” hingga Risiko Kematian

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Maret 30, 2026 1:52 pm
Syifa Fauziah
Ivan
Share
Seorang dokter menyiapkan vaksin campak untuk disuntikkan kepada balita di Puskesmas Ibrahim Adjie, Bandung, Jawa Barat
Seorang dokter menyiapkan vaksin campak untuk disuntikkan kepada balita di Puskesmas Ibrahim Adjie, Bandung, Jawa Barat (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/sgd)
SHARE

Kasus campak di Indonesia saat ini cukup tinggi. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hingga minggu ke-11 tahun 2026, tercatat sebanyak 58 KLB campak di 39 kabupaten/kota yang tersebar di 14 provinsi.

Jumlah kasus sempat mencapai 2.740 pada awal tahun, meskipun kini menunjukkan tren penurunan menjadi 177 kasus.

Melihat tingginya kasus campak, masih banyak orang yang beranggapan bahwa penyakit ini ringan karena ditandai ruam mewah di area tubuh.

Padahal campak memiliki risiko yang serius berdampak jangka panjang hingga kematian.

Pendiri dan Ketua Health Collaborative Centre (HCC), Ray Wagiu Basrowi, menegaskan bahwa campak merupakan penyakit paling menular di dunia.

Banyak orang masih berpikir campak itu biasa, padahal campak adalah salah satu penyakit paling menular di dunia dan bisa berakibat fatal,”

ujarnya dikutip dari akun Instagram @hcc.indonesia, Senin, 30 Maret 2026.

Virus campak tidak hanya menyebabkan kulit ruam, tapi juga bisa sangat berbahaya dan menyebabkan pneumonia (radang paru), ensefalitis (radang otak), hingga gagal napas.

Kondisi ini makin parah bagi mereka yang memiliki kondisi atau daya tahan tubuh yang lemah.

Ini yang jarang diketahui, setelah terinfeksi campak sistem imun bisa ‘reset’, artinya tubuh kehilanga memori terhadap infeksi sebelumnya. Kondisi ini dikenal sebagai immune amnesia,”

jelas Ray.

Menurut Ray, dampaknya bukan hanya soal virus, tapi kondisi tubuh juga sangat memengaruhi tingkat keparahan campak.

Beberapa faktor yang dapat memperburuk infeksi antara lain kelelahan, kurang tidur, stres kronis, serta paparan virus yang tinggi.

Kombinasi ini bisa membuat infeksi jadi lebih berat,”

ucapnya.

Ia pun memberi contoh bahwa tenaga kesehatan adalah kelompok yang paling rentan terpapar virus campak, karena sering terpapar pasien, memiliki jam kerja panjang, serta tekanan mental yang besar.

Dengan risiko yang tinggi ini, menurut Ray pencegahan menjadi langkah paling penting dalam menghadapi campak.

Vaksinasi tetap menjadi perlindungan utama untuk mencegah infeksi maupun komplikasi berat.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih peka terhadap gejala awal, seperti demam tinggi, ruam merah, batuk atau pilek, serta mata merah.

Ia pun menekankan bahwa banyak masyarakat yang abai dan menganggap penyakit lama tidak berarti tidak berbahaya.

Menurut Ray yang berubah bukan hanya virusnya saja tapi kondisi manusia saat ini, seperti lebih lelah, stres, dan rentan.

Kesehatan bukan hanya soal pengobatan tapi juga perlindungan dan pemuliuan tubuh,”

tambahnya.
Tag:CampakKemenkesRisiko Kematian.Tren PenurunanVirus
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Daftar Tim Termahal di Piala Dunia 2026, Argentina Kalah dari Portugal
By Hadi Febriansyah
Skuad Timnas Prancis masih jadi yang termahal di Piala Dunia 2026 (Instagram Dembele)
1
Tren Libur Sekolah 2026, Hotel Ramai Hadirkan Program Ramah Keluarga
By Ivan
Hotel Ramai Hadirkan Program Ramah Keluarga
2
Gaji Dosen Cuma Rp3,3 Juta, ADI Minta MK Tetapkan Minimal 2 Kali UMP
By Ani Ratnasari
Ketua Umum ADI Prof. Muhammad Ali Brawi
3
Kenalan dengan Maskot Piala Dunia 2026, Simbol Baru FIFA
By Ossid Duha Jussas Salma
Maskot Piala Dunia 2026
4
Jadwal Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Duel Juara Bertahan dan Pemburu Trofi Perdana!
By Hadi Febriansyah
Final Liga Champions antara PSG melawan Arsenal
5

BERITA LAINNYA

jeroan sapi
Kesehatan

Fakta Nutrisi Jeroan Sapi, Manfaat dan Risikonya untuk Tubuh

Jeroan sapi sering kali menjadi bahan makanan yang digemari karena rasanya yang…

Ossid Duha Jussas SalmaSyifa Fauziah
By
Ossid Duha Jussas Salma
Syifa Fauziah
19 jam lalu
Bahaya SKM
Kesehatan

Jangan Lagi Seduh SKM untuk Anak! Ini Bahaya Susu Kental Manis yang Jarang Disadari Orang Tua

Susu kental manis (SKM) sudah lama menjadi bagian dari konsumsi sehari-hari masyarakat…

Ani RatnasariSyifa Fauziah
By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
2 hari lalu
Petugas menimbang daging kurban sebelum dikemas dengan menggunakan kamboti (keranjang terbuat dari daun silar) di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu, Sulawesi Tengah
Kesehatan

Menkes Sebut Kandungan Protein Daging Kurban Setara Whey Protein

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, mengatakan daging kurban bukan hanya sekedar berbagi…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
2 hari lalu
Ilustrasi penelitian lap
Kesehatan

Benarkah Menghirup Asap Ganja Bisa Bikin Tes Urin Positif? Ternyata Begini Cara Kerja THC

Kasus anak bupati di Pekanbaru, yang disebut positif narkoba karena terpapar asap…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up