Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 17 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kesehatan / Kasus Campak Masih Tinggi, Pakar Ingatkan Bahaya “Immune Amnesia” hingga Risiko Kematian
Kesehatan

Kasus Campak Masih Tinggi, Pakar Ingatkan Bahaya “Immune Amnesia” hingga Risiko Kematian

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Maret 30, 2026 1:52 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
4 bulan lalu
Share
Seorang dokter menyiapkan vaksin campak untuk disuntikkan kepada balita di Puskesmas Ibrahim Adjie, Bandung, Jawa Barat
Seorang dokter menyiapkan vaksin campak untuk disuntikkan kepada balita di Puskesmas Ibrahim Adjie, Bandung, Jawa Barat (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/sgd)
SHARE

Kasus campak di Indonesia saat ini cukup tinggi. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hingga minggu ke-11 tahun 2026, tercatat sebanyak 58 KLB campak di 39 kabupaten/kota yang tersebar di 14 provinsi.

Jumlah kasus sempat mencapai 2.740 pada awal tahun, meskipun kini menunjukkan tren penurunan menjadi 177 kasus.

Melihat tingginya kasus campak, masih banyak orang yang beranggapan bahwa penyakit ini ringan karena ditandai ruam mewah di area tubuh.

Padahal campak memiliki risiko yang serius berdampak jangka panjang hingga kematian.

Pendiri dan Ketua Health Collaborative Centre (HCC), Ray Wagiu Basrowi, menegaskan bahwa campak merupakan penyakit paling menular di dunia.

Banyak orang masih berpikir campak itu biasa, padahal campak adalah salah satu penyakit paling menular di dunia dan bisa berakibat fatal,”

ujarnya dikutip dari akun Instagram @hcc.indonesia, Senin, 30 Maret 2026.

Virus campak tidak hanya menyebabkan kulit ruam, tapi juga bisa sangat berbahaya dan menyebabkan pneumonia (radang paru), ensefalitis (radang otak), hingga gagal napas.

Kondisi ini makin parah bagi mereka yang memiliki kondisi atau daya tahan tubuh yang lemah.

Ini yang jarang diketahui, setelah terinfeksi campak sistem imun bisa ‘reset’, artinya tubuh kehilanga memori terhadap infeksi sebelumnya. Kondisi ini dikenal sebagai immune amnesia,”

jelas Ray.

Menurut Ray, dampaknya bukan hanya soal virus, tapi kondisi tubuh juga sangat memengaruhi tingkat keparahan campak.

Beberapa faktor yang dapat memperburuk infeksi antara lain kelelahan, kurang tidur, stres kronis, serta paparan virus yang tinggi.

Kombinasi ini bisa membuat infeksi jadi lebih berat,”

ucapnya.

Ia pun memberi contoh bahwa tenaga kesehatan adalah kelompok yang paling rentan terpapar virus campak, karena sering terpapar pasien, memiliki jam kerja panjang, serta tekanan mental yang besar.

Dengan risiko yang tinggi ini, menurut Ray pencegahan menjadi langkah paling penting dalam menghadapi campak.

Vaksinasi tetap menjadi perlindungan utama untuk mencegah infeksi maupun komplikasi berat.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih peka terhadap gejala awal, seperti demam tinggi, ruam merah, batuk atau pilek, serta mata merah.

Ia pun menekankan bahwa banyak masyarakat yang abai dan menganggap penyakit lama tidak berarti tidak berbahaya.

Menurut Ray yang berubah bukan hanya virusnya saja tapi kondisi manusia saat ini, seperti lebih lelah, stres, dan rentan.

Kesehatan bukan hanya soal pengobatan tapi juga perlindungan dan pemuliuan tubuh,”

tambahnya.
Tag:CampakKemenkesRisiko Kematian.Tren PenurunanVirus
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Tangis Inggris Pecah! Argentina Menang Dramatis 2-1 dan Tantang Spanyol di Final
By Hadi Febriansyah
Pemain Timnas Argentina melakukan comeback di menit akhir dengan mengalahkan Inggris di semifinal Piala Dunia 2026.
1
PDIP Curiga Pengadaan Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun, Jawaban Menkop Bikin Kaget
By Natania Longdong
Menteri Koperasi Fery Juliantono saat Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR.
2
Prabowo Beri Ultimatum 1 Bulan ke BGN, MBG Wajib Berbenah dan Harus Tepat Sasaran
By Rika Pangesti
Petugas di SPPG saat menyiapkan menu MBG. (Sumber: Dok. BGN)
3
Tiga Sprindik Versi Kejagung, Eks Jampidsus Febrie Belum Lepas dari Status Tersangka
By Rahmat Baihaqi
Kapuspenkum Kejaksaan Agung Anang Supriatna memberikan keterangan pers terkait penetapan tersangka baru kasus korupsi MBG di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
4
Mutasi Ratusan Pejabat Kementerian PU, Dody: Masa 38 Ribu Pegawai Enggak Boleh Dimutasi?
By Natania Longdong
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR
5

BERITA LAINNYA

Warga menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026 pada babak semi final antara Spanyol melawan Prancis di kawasan Pasar Klandasan, Balikpapan, Kalimantan Timur
Kesehatan

Tiga Tips Begadang Nonton Final Piala Dunia 2026 ala Menkes Budi Gunadi Sadikin, Biar Tetap Fit

Gelaran final Piala Dunia 2026 akan berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
13 jam lalu
Ilustrasi penyakit Kanker
Kesehatan

80 Persen Pasien Baru Terdiagnosis Stadium Lanjut, Kenali Gejala Kanker Sebelum Terlambat

Kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia. Data GLOBOCAN…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
14 jam lalu
Kesehatan

Jangan Kurang Tidur! Ini Durasi Tidur Ideal untuk Orang Dewasa

Kesibukan pekerjaan, tugas kuliah, hingga aktivitas sehari-hari membuat banyak orang dewasa kerap…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
Buah Melon
Kesehatan

Kaya Nutrisi, Ini Kandungan Gizi Buah Melon yang Baik untuk Kesehatan

Melon merupakan salah satu buah yang banyak digemari karena rasanya manis, segar,…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up