Perusahaan kesehatan asal Swiss, Roche resmi meluncurkan Liver Disease Panel, sebuah rangkaian algoritma digital dan biomarker untuk membantu tenaga medis mendeteksi serta menangani penyakit hati kronis lebih dini.
Teknologi ini dirancang untuk mendukung pengambilan keputusan klinis, mulai dari identifikasi risiko fibrosis hati hingga pemantauan kanker hati.
CEO Roche Diagnostics, Matt Sause mengatakan penyakit hati kronis masih menjadi tantangan kesehatan global karena banyak kasus tidak terdeteksi sejak awal.
Penyakit Hati Kronis
Menurutnya, panel ini diharapkan dapat membantu dokter melakukan intervensi lebih cepat sehingga penanganan pasien menjadi lebih efektif.
Penyakit hati kronis memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Dengan Liver Disease Panel, kami membantu klinisi mengidentifikasi risiko lebih awal dan meningkatkan kualitas perawatan pasien,”
kata Matt Sause dalam keterangan resmi, pada Selasa 26 Mei 2026.
Dilansir dari berbagai sumber, penyakit hati kronis kini menyerang sekitar 1,5 miliar orang di dunia, dan banyak pasien telat menyadarinya.
Apabila hal ini terjadi, penyakit hati tersebut dapat berkembang menjadi sirosis hingga kanker hati.
Salah satu pemicu terbesar penyakit hati kronis adalah metabolic dysfunction-associated steatotic liver disease (MASLD), yang saat ini hampir 38 persen populasi global mengalaminya.
Kondisi tersebut juga jadi salah satu penyebab kanker hati dengan pertumbuhan tercepat di dunia.
Liver Disease Panel menggabungkan berbagai alat diagnostik dalam satu platform digital bernama navify Algorithm Suite.
Di dalamnya terdapat algoritma LiverPRO yang digunakan untuk menilai risiko fibrosis hati berdasarkan usia pasien dan hasil biomarker darah.
Selain itu, Roche juga menyematkan algoritma ADAPT dengan biomarker Elecsys PRO-C3 untuk menilai tingkat keparahan fibrosis hati.
Membantu Diagnosis Kanker Hati
Untuk membantu diagnosis kanker hati atau hepatocellular carcinoma (HCC) sistem ini menggunakan algoritma GAAD yang dipadukan dengan biomarker Elecsys AFP dan Elecsys PIVKA II.
Beberapa alat klinis lain seperti FIB-4 Index, MELD Scores, ALBI Score, Child-Pugh Score, dan Lille Model juga tersedia di dalam panel tersebut.
Ini dilakukan untuk membantu dokter memantau kondisi pasien secara lebih menyeluruh.
LiverPRO sendiri telah mengantongi sertifikasi CE dan mendapat dukungan dari European Association for the Study of the Liver (EASL) sebagai metode pemeriksaan awal fibrosis hati yang lebih praktis dan non-invasif.
Panel digital ini akan tersedia di sejumlah negara Eropa dan dirancang agar dapat terintegrasi langsung dengan sistem rumah sakit yang sudah ada.
Dengan begitu, tenaga medis bisa mengakses hasil pemeriksaan dan algoritma melalui satu platform terpadu.
Roche juga menyediakan fitur navify yang saat ini memiliki lebih dari 130 solusi digital untuk laboratorium, rumah sakit, dan pasien di berbagai negara.
Platform tersebut diklaim menggunakan standar keamanan data ISO/IEC 27001 serta memenuhi regulasi perlindungan data di Amerika Serikat dan Eropa.


