Belakangan, cuaca di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya mengalami perubahan yang cukup ekstrem. Saat pagi hingga siang hari, langit terasa cerah hingga panas terik, namun pada sore harinya hujan deras.
Epidemiolog dan Peneliti dari Universitas Griffith, Australia, dr Dicky Budiman, M.Sc.PH, menjelaskan perubahan cuaca seperti ini membuat daya tahan tubuh menurun. Kondisi itu menimbulkan berbagai macam penyakit.
Misalnya influenza, bahkan masih beredarnya juga virus seperti Covid-19,”
ujar dr Dicky saat dihubungi Owrite.
Dokter Dicky menambahkan ruangan yang tertutup dan ventilasi udara yang kurang bagus membuat virus berkumpul, sehingga membuat orang di satu ruangan itu mudah tertular.
Kalau tidak dicegah dengan memperbaiki sirkulasi udara, memakai masker, dan tidak berkerumun, maka akan membuat orang pada akhirnya rawan terinfeksi,”
tambahnya.
Lebih lanjut, dr Dicky mengatakan perubahan cuaca seperti ini juga kerap menimbulkan genangan yang memicu potensi nyamuk berkembang biak.
Risikonya bisa menyebabkan demam berdarah. Selain itu, beberapa wilayah langganan banjir berisiko menimbulkan berbagai macam penyakit.
Musim hujan biasanya banjir, ada infeksi leptospirosis meningkat karena tikus-tikus ini sering kali akhirnya muncul dari got-got ke permukaan. Bahkan kalau misalnya itu di daerah yang Hantavirus-nya cukup banyak, juga meningkat. Dan terakhir adalah infeksi saluran cerna, karena biasanya antara musim pancaroba atau seperti ini sering kali misalnya tempat sumber air itu terganggu ya, terkontaminasi,”
tuturnya.
Cara Mengantisipasi
Menurut dr Dicky, ada beberapa cara untuk mengantisipasi risiko penyakit dari perubahan cuaca, misalnya demam berdarah.
Masyarakat diminta untuk memastikan tidak ada genangan air. Menerapkan 5M atau 3M (Mengubur, Menguras, Menutup).
Tempat yang banyak gantungan baju, nyamuk bisa bersembunyi di situ, selain juga tempat-tempat genangan atau berkembang biak nyamuk ada juga di rumah misalnya, di pot-pot bunga yang ada air misalnya. Dan kalau bicara misalnya tadi leptospirosis, daerah banjir pastikan tempat-tempat makan dan minum itu tidak terkontaminasi,”
jelasnya.
Selain itu, jangan lupa untuk memakai masker, membiasakan cuci tangan, menghindari kalau ada di daerah ramai atau padat. Pastikan membeli makanan di tempat yang bersih, kemudian juga pastikan kalau memasak atau membuat air minum dimasak sampai mendidih.
Dan tentunya kalau setelah bepergian kemudian kehujanan, pastikan sebelum masuk rumah membersihkan diri, terutama ya makanan gizi seimbang itu adalah buah, sayuran juga. Jadi itu semua termasuk olahraga rutin, minimal jalan kaki 30 menit sehari merupakan kombinasi upaya untuk meningkatkan kebugaran kesehatan,”
tambahnya.


