Mantan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengikuti ajang BTN Jakarta International Marathon 2026 yang digelar di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Kehadiran Ganjar pada Minggu, 14 Mei 2026 di event lari tersebut menarik perhatian peserta lain yang antusias berolahraga bersama tokoh nasional tersebut.
Melalui sejumlah unggahan di media sosial, Ganjar mengikuti kategori Half Marathon sejauh 21,1 kilometer dengan nomor peserta 22131.
Setelah berhasil menyelesaikan lomba, Ganjar tidak langsung meninggalkan area acara. Ia menyempatkan diri mengunjungi recovery booth WM Center untuk menjalani sesi fisioterapi dan pemulihan tubuh pasca berlari.
Momen tersebut terlihat dalam unggahan akun Instagram @wm.center yang kemudian dibagikan ulang oleh Ganjar melalui Instagram Story. Dalam unggahan itu, WM Center menuliskan ucapan terima kasih kepada Ganjar karena telah mampir ke recovery booth mereka di BTN JAKIM 2026.
Pada unggahan yang beredar, Ganjar terlihat berbaring di atas meja terapi sambil mendapatkan penanganan dari seorang fisioterapis. Terapis tampak melakukan teknik mobilisasi pada area tungkai dan pinggul untuk membantu mengembalikan fleksibilitas otot serta mengurangi ketegangan setelah aktivitas lari.
Apa itu Fisioterapi?
Fisioterapi setelah berlari merupakan serangkaian tindakan pemulihan yang bertujuan membantu tubuh kembali ke kondisi optimal setelah aktivitas fisik yang intens. Terapi ini biasanya dilakukan oleh fisioterapis dengan beberapa metode seperti:
1. Terapi manual
Terapi manual dilakukan oleh fisioterapis dengan cara menggerakkan atau memijat bagian tubuh pasien yang mengalami gangguan. Kegunaan terapi manual adalah untuk meningkatkan rentang gerak tubuh, melancarkan aliran darah, mengatasi nyeri atau kaku pada sendi dan otot, serta memberikan sensasi relaksasi.
2. Latihan gerak
Pada terapi ini, fisioterapis akan memberikan latihan kepada pasien yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan gerak (mobilitas), serta menguatkan bagian tubuh tertentu. Sebagai contoh, pasien akan dilatih menggerakkan seluruh tubuh, berjalan dengan bantuan tongkat, atau berendam di kolam air hangat dan dangkal (hidroterapi).
Fisioterapis juga akan mengajarkan gerakan-gerakan yang dapat pasien lakukan di rumah untuk mencegah cedera dan meredakan nyeri.
Selain latihan gerak dan terapi manual, edukasi terkait gaya hidup sehat, seperti menjaga berat badan ideal dan olahraga teratur, juga menjadi bagian penting dari program fisioterapi.
3. Edukasi dan saran
Dokter dan fisioterapis juga akan memberikan saran mengenai posisi tubuh yang benar dalam beraktivitas, seperti saat mengangkat benda berat, duduk, berjalan, termasuk saat tidur, guna mengurangi nyeri dan mencegah cedera.
Selain membantu mengurangi rasa pegal, fisioterapi pasca-lari juga dapat mempercepat pemulihan sehingga tubuh lebih siap kembali beraktivitas. Perlu diingat, meski program fisioterapi dinyatakan selesai, bukan berarti saran atau latihan yang telah diberikan juga selesai.
Pasien dapat menerapkan saran dan latihan yang bisa dilakukan di rumah untuk terus memperbaiki fungsi bagian tubuh yang sempat bermasalah, serta untuk mencegah cedera lebih lanjut.
Pasien juga disarankan untuk beristirahat, minum air putih yang cukup, dan segera memeriksakan diri ke dokter jika muncul nyeri yang berat atau rasa tidak nyaman di bagian tubuh tertentu.

