Pengacara kondang Hotman Paris memutuskan untuk mundur dari tim kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah karena masalah kesehatan.
Melalui akun Instagram pribadinya, ia membagikan pengalaman dirinya yang terkena saraf kejepit, hingga harus menjalani operasi di area L4 dan L5.
L4 dan L5 adalah dua ruas tulang belakang yang berada di bagian bawah punggung atau pinggang. Keduanya merupakan ruas keempat (L4) dan kelima (L5) dari tulang belakang lumbal.
Saat operasi saraf kejepit L4 dan L5 di Rumah Sakit Singapura! Akan OTW Singapura karena ada masalah di luka bekas operasi!”
tulis Hotman Paris di akun Instagram-nya, dikutip Senin, 27 Juli 2026.
Lantas, apa itu saraf kejepit?
Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), saraf kejepit adalah suatu kondisi di mana saraf tertekan oleh jaringan sekitarnya. Jaringan tersebut dapat berupa jaringan otot, tendon, tulang, atau tulang rawan.
Penyebab Saraf Kejepit
Ada beberapa penyebab seseorang mengalami saraf kejepit, antara lain:
- Herniated disc (herniasi diskus): suatu kondisi yang terjadi akibat bantalan tulang belakang bergeser dari tempat yang seharusnya
- Rheumatoid arthritis: peradangan pada sendi
- Spinal stenosis: penyempitan yang tidak normal pada tulang belakang
- Carpal tunnel syndrome: kondisi yang terjadi ketika saraf median di pergelangan tangan tertekan
- Cedera: memar atau kondisi lain yang menyebabkan pembengkakan juga bisa memicu terjadinya saraf kejepit.
Orang yang Berisiko Terkena Saraf Kejepit
Kelompok orang yang berisiko tinggi mengalami saraf kejepit, antara lain:
- Ibu hamil
- Penderita diabetes
- Orang yang sering berbaring dalam waktu yang lama
- Riwayat saraf kejepit di keluarga
- Faktor usia
- Cedera pada tulang belakang
- Sering melakukan aktivitas yang memberatkan tulang belakang, misalnya mengangkat beban berat
- Orang yang sering menggunakan pergelangan tangan atau bahunya secara berulang dalam pekerjaan
- Berat badan berlebih
Gejala Saraf Kejepit
Terkadang gejala dari saraf kejepit hanya berupa rasa sakit saja di beberapa bagian tubuh. Namun, ada beberapa gejala lainnya, seperti:
- Mati rasa atau berkurangnya sensasi di area yang dilalui oleh saraf
- Munculnya rasa nyeri yang tajam atau seperti terbakar
- Kesemutan
- Otot terasa lemah
- Kaki dan tangan sering kali sulit digerakkan
- Gejala memburuk saat penderita berusaha untuk melakukan beberapa gerakan tertentu, seperti memutar kepala atau menegangkan leher
Saraf Kejepit L4 dan L5
Saraf kejepit lumbal 4 (L4) dan 5 (L5) merupakan kondisi penekanan pada saraf-saraf di area pinggang bagian bawah. Kondisi ini sering kali disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari penonjolan bantalan tulang belakang (hernia nucleus pulposus atau HNP) hingga proses degenerasi alami seiring bertambahnya usia.
Akibatnya, penderitanya dapat mengalami nyeri yang menjalar dari pinggang hingga ke kaki, disertai gejala lain yang mengganggu aktivitas sehari-hari seperti berdiri atau berjalan.
Gejala Saraf Kejepit Lumbal 4 dan 5
Gejala saraf kejepit lumbal 4 dan 5 dapat bervariasi intensitasnya, namun umumnya mencakup nyeri dan gangguan sensorik. Nyeri sering kali dimulai di pinggang bawah dan menjalar ke area tertentu. Adapun gejala lainnya, seperti:
- Nyeri menjalar ke bokong, paha, betis, hingga telapak kaki, yang bisa terasa tajam, seperti terbakar, atau berdenyut.
- Sensasi kesemutan (paresthesia) atau kebas (mati rasa) pada area yang dilewati saraf, terutama di kaki atau telapak kaki.
- Kelemahan otot pada kaki yang terkena, yang dapat menyebabkan kesulitan mengangkat kaki (dikenal sebagai drop foot) atau berjalan jinjit.
- Kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari seperti berdiri, berjalan, membungkuk, atau mengangkat benda ringan.
- Refleks yang berkurang atau tidak ada pada lutut atau pergelangan kaki.
Pengobatan Saraf Kejepit L4 dan L5
Ada beberapa pengobatan saraf kejepit L4 dan L5 yang bertujuan untuk mengurangi nyeri, meredakan tekanan pada saraf, dan memulihkan fungsi normal. Pengobatannya antara lain:
- Terapi KonservatifTerapi ini meliputi istirahat, fisioterapi untuk memperkuat otot pendukung dan memperbaiki postur, serta penggunaan obat-obatan pereda nyeri (antiinflamasi nonsteroid) dan relaksan otot.
- Injeksi Steroid EpiduralInjeksi ini dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri di sekitar saraf yang teriritasi.
- Tindakan Minimal InvasifJika terapi konservatif tidak efektif, tindakan endoskopi Biportal Endoscopic Spine Surgery (BESS) dapat dipertimbangkan. Prosedur ini menggunakan sayatan kecil dan endoskop untuk mengangkat bagian diskus yang menekan saraf.
- Pembedahan TerbukaDalam kasus yang sangat parah atau kompleks, pembedahan terbuka mungkin diperlukan untuk dekompresi saraf atau stabilisasi tulang belakang.
Pencegahan Saraf Kejepit L4 dan L5
Meskipun tidak semua kasus saraf kejepit dapat dicegah, beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko, seperti:
- Menjaga berat badan ideal
- Olahraga teratur
- Menjaga postur tubuh yang benar saat duduk
- Menggunakan teknik mengangkat yang benar, yaitu menekuk lutut dan menjaga punggung tetap lurus
- Menghindari duduk atau berdiri dalam posisi yang sama terlalu lama
- Berhenti merokok

















