Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Kesehatan

Kabut Asap Karhutla Ancam Napas Warga, Kemenkes Kerahkan 321 Nakes dan Siapkan Rumah Oksigen

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyiapkan Rumah Oksigen di sejumlah wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) untuk menghadapi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat. Fasilitas tersebut ditujukan bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan, terutama ketika kualitas udara memburuk.

Warga berupaya memadamkan Kebakaran lahan di Kelurahan Kereng Bangkirai, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (24/8/2026).
Warga berupaya memadamkan Kebakaran lahan di Kelurahan Kereng Bangkirai, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (24/8/2026). (ANTARA FOTO/Auliya Rahman/tom.)

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyiapkan Rumah Oksigen di sejumlah wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) untuk menghadapi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat. Fasilitas tersebut ditujukan bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan, terutama ketika kualitas udara memburuk.

Rumah Oksigen merupakan ruangan kedap asap yang dilengkapi penyaring udara dan oksigen konsentrator. Fasilitas ini disiapkan untuk membantu memulihkan kondisi warga yang mengalami keluhan sesak napas akut akibat paparan asap Karhutla.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari respons pemerintah terhadap penurunan kualitas udara di wilayah yang terdampak Karhutla.

Iklan

Kami juga menyiapkan Rumah Oksigen, Kemenkes telah memobilisasi 321 tenaga kesehatan tambahan untuk memperkuat pelayanan medis di puskesmas dan rumah sakit rujukan,”

ujar Agus dalam keterangannya dikutip Senin, 31 Agustus 2026. 

Dukungan logistik kesehatan juga telah dikirimkan ke wilayah terdampak. Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes mendistribusikan 262.000 masker medis dan N95, 119 unit oksigen konsentrator, 40.000 pasang sarung tangan medis, serta 4.900 set alat pelindung diri (APD).

Kemenkes juga memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada kelompok rentan, seperti ibu hamil, balita, dan lansia, guna membantu menjaga kondisi kesehatan selama paparan asap Karhutla.

Perlindungan Masyarakat

Di sisi lain, Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes, Then Suyanti, mengatakan untuk mengantisipasi dampak kesehatan, Kemenkes menerapkan tiga tingkatan perlindungan masyarakat.

Upaya primer dilakukan dengan mendorong masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, menutup rapat sirkulasi udara dari luar, menggunakan penyaring udara di dalam ruangan, serta memakai masker respirator seperti N95 ketika harus beraktivitas di luar.

Upaya sekunder dilakukan melalui deteksi dan penanganan cepat, termasuk memastikan ketersediaan obat esensial di puskesmas, melakukan skrining kesehatan berkala, serta mengedukasi masyarakat agar segera mendapatkan pengobatan ketika gejala awal muncul.

Sementara upaya tersier difokuskan pada pencegahan komplikasi, penanganan kegawatdaruratan, serta percepatan rujukan ke rumah sakit bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Kemenkes telah menyiapkan langkah antisipasi sejak Mei 2026 melalui penerbitan Surat Edaran Kewaspadaan terkait potensi krisis akibat kemarau dan polusi udara kepada seluruh kepala daerah.

Saat ini, Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons Kemenkes terus memantau tren penyakit harian secara langsung untuk mempercepat respons lintas sektor di wilayah terdampak. Lindungi diri kita, lindungi keluarga, dan bersama kita jaga kesehatan masyarakat,”

ujar Then.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.

  • Redaktur Pelaksana

    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal