Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Kesehatan

Dicap Teliti, Teratur, dan Perfeksionis, Ternyata Begini Fakta Golongan Darah A Menurut Sains

Menurut sains, golongan darah A sering dikaitkan dengan kepribadian yang rapi, teliti, disiplin, dan perfeksionis.

Ilustrasi pekerja perfeksionis. (Foto: Unsplash/Vitaly Gariev).
Ilustrasi pekerja perfeksionis. (Foto: Unsplash/Vitaly Gariev).

Golongan darah A sering dikaitkan dengan kepribadian yang rapi, teliti, disiplin, dan perfeksionis. Di sejumlah budaya populer, khususnya Jepang, golongan darah bahkan kerap digunakan untuk menebak karakter seseorang.

Namun, apakah anggapan tersebut benar secara ilmiah? Untuk memahaminya, kita perlu membedakan stereotip yang berkembang di masyarakat dengan hasil penelitian ilmiah tentang kepribadian manusia.

Pemilik Golongan Darah A

Golongan darah A merupakan salah satu dari empat golongan darah utama dalam sistem ABO, bersama golongan darah B, AB, dan O. Jumlah pemiliknya berbeda-beda di setiap wilayah karena dipengaruhi oleh variasi genetik populasi.

Iklan

Melansir dari jurnal Vox Sanguinis, Selasa, 13 Oktober 2026, bahwa secara global sekitar 20% populasi dunia diperkirakan memiliki golongan darah A.

Angka tersebut menunjukkan bahwa golongan darah A cukup umum ditemukan di antara pendonor darah yang diteliti.

Melansir dari laman Halodoc, seseorang memiliki golongan darah A ketika sel darah merahnya mengandung antigen A. Sementara, plasma darahnya umumnya memiliki antibodi anti-B.

Dalam stereotip populer, mereka dianggap teliti dan teratur, terutama ketika mengerjakan tugas atau merencanakan kegiatan. Pemilik golongan darah A juga sering disebut perfeksionis karena dianggap memiliki standar tinggi terhadap hasil pekerjaannya.

Selain itu, mereka kerap diasosiasikan dengan sikap bertanggung jawab, berhati-hati dalam mengambil keputusan. Selain itu, pemilik golongan darah A juga peka terhadap perasaan orang lain.

Mereka digambarkan cenderung mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum bertindak agar tidak menimbulkan masalah.

Meski demikian, karakteristik tersebut merupakan stereotip yang berkembang di masyarakat. Bukan ciri kepribadian yang terbukti dimiliki semua orang bergolongan darah A.

Aturan Donor

Pemilik golongan darah A tak bisa menerima darah dari sembarang golongan karena ketidakcocokan antigen bisa memicu reaksi transfusi yang berbahaya.

Dalam transfusi sel darah merah, pemilik A+ umumnya dapat menerima darah dari A+, A−, O+, dan O−. Sementara itu, pemilik A− dapat menerima darah dari A− dan O−.

Untuk donor sel darah merah, A+ dapat mendonorkan darah kepada penerima A+ dan AB+. Sementara, A− bisa mendonorkan kepada penerima A−, A+, AB−, dan AB+. Meski demikian, pemeriksaan kecocokan darah tetap diperlukan sebelum transfusi.

Buku ‘Eat Right for Your Type’ karya Peter D’Adamo mempopulerkan gagasan bahwa pemilik golongan darah A sebaiknya mengonsumsi lebih banyak sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan tahu serta membatasi daging merah.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa golongan darah dalam sistem ABO dapat berkaitan dengan risiko beberapa penyakit. Variasi gen ABO, misalnya, dikaitkan dengan perbedaan risiko penyakit kardiovaskular dan beberapa jenis kanker.

Dalam kepercayaan populer, orang bergolongan darah A sering digambarkan sebagai pribadi perfeksionis, teratur, dan mudah khawatir. Ada pula anggapan bahwa mereka lebih rentan mengalami stres.

Golongan darah A memiliki karakteristik biologis yang penting, terutama dalam menentukan kecocokan transfusi darah. Sejumlah penelitian juga menunjukkan adanya hubungan antara golongan darah dan risiko kondisi kesehatan tertentu.

Namun, golongan darah tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk menentukan pola makan, memprediksi penyakit, atau menilai kepribadian seseorang.

Menjaga kesehatan tetap perlu dilakukan melalui pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, tidur cukup, dan pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan.

Iklan