Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Kesehatan

Diet Karnivor Viral karena Bisa Turunkan Berat Badan, Benarkah Baik untuk Kesehatan?

Diet karnivor atau carnivore diet menjadi salah satu pola makan ekstrem yang menarik perhatian karena diklaim mampu menurunkan berat badan dengan cepat.

Menu daging karnivour
Menu daging karnivour (Foto: Unsplash/Magnus Jonasson)

Diet karnivor atau carnivore diet menjadi salah satu pola makan ekstrem yang menarik perhatian karena diklaim mampu menurunkan berat badan dengan cepat.

Berbeda dari diet pada umumnya, metode ini hanya mengandalkan makanan hewani dan hampir sepenuhnya menghilangkan bahan pangan nabati.

Daging sapi, ayam, ikan, telur, hingga produk susu tertentu menjadi menu utama. Sementara itu, nasi, buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian justru dihindari.

Iklan

Meski terdengar menjanjikan bagi orang yang ingin memangkas berat badan, apakah mengonsumsi makanan hewani saja benar-benar baik untuk tubuh?

Menurunkan Berat Badan

Dilansir dari laman Kementrian Kesehatan RI pada 25 Oktober 2024, diet karnivor merupakan bentuk pola makan sangat rendah karbohidrat.

Ketika asupan karbohidrat berkurang drastis, tubuh akan menggunakan cadangan glikogen dan meningkatkan pemanfaatan lemak sebagai sumber energi.

Penurunan berat badan pada tahap awal juga dapat dipengaruhi berkurangnya cairan tubuh, bukan semata-mata hilangnya lemak.

Selain itu, konsumsi protein yang tinggi dapat memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga seseorang berpotensi mengonsumsi kalori lebih sedikit.

Namun, penurunan berat badan bukan berarti pola makan tersebut otomatis lebih sehat dibandingkan diet bergizi seimbang.

Banyak Manfaat

Mengutip penelitian dalam jurnal Current Developments in Nutrition pada 2021 melibatkan 2.029 orang yang menjalani diet karnivor selama minimal enam bulan.

Hasil survei menunjukkan bahwa 95 persen responden melaporkan perbaikan kesehatan secara keseluruhan. Nilai tengah indeks massa tubuh (IMT) yang dilaporkan juga turun dari 27,2 menjadi 24,3.

Meski banyak orang merasakan manfaatnya, hasilnya belum cukup membuktikan bahwa diet karnivor menjadi penyebab langsung perbaikan kesehatan.

Berisiko Kekurangan Nutrisi

Salah satu persoalan utama diet karnivor adalah hilangnya sumber serat yang umumnya diperoleh dari buah, sayuran, dan biji-bijian.

Pola makan tersebut berpotensi tidak memenuhi kebutuhan sejumlah nutrisi, seperti vitamin C, magnesium, kalsium, dan vitamin B1. Asupan seratnya juga jauh di bawah jumlah yang direkomendasikan.

Padahal, serat berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan, membantu kelancaran buang air besar, serta mendukung keseimbangan mikrobiota usus.

Kelebihan Diet Karnivor

Meski tergolong ekstrem, diet karnivor memiliki sejumlah potensi manfaat, terutama dalam jangka pendek. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Meningkatkan rasa kenyang: Kandungan protein yang tinggi dapat membantu seseorang merasa kenyang lebih lama.
  • Membantu penurunan berat badan: Pembatasan karbohidrat dan pilihan makanan berpotensi mengurangi total asupan kalori harian.
  • Mengurangi konsumsi gula tambahan: Pola makan ini secara otomatis menghilangkan banyak makanan dan minuman tinggi gula.
  • Menyederhanakan pilihan makanan: Jenis makanan yang terbatas membuat sebagian orang merasa lebih mudah mengatur menu sehari-hari.

Namun, manfaat tersebut tidak bersifat eksklusif. Pola makan bergizi seimbang dengan protein cukup juga dapat memberikan manfaat serupa tanpa harus menghilangkan seluruh makanan nabati.

Iklan