Namun, apakah sensasi dingin tersebut benar-benar berpengaruh terhadap kerja jantung atau hanya membuat pelari merasa lebih nyaman?
Meningkat Saat Lari
Dilansir dari laman Massachusetts Institute of Technology pada 4 November 2025, ketika berlari, otot membutuhkan lebih banyak oksigen dan energi.
Kondisi ini membuat jantung bekerja lebih cepat untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
Selain intensitas olahraga, suhu lingkungan juga dapat memengaruhi detak jantung. Saat tubuh kepanasan, aliran darah menuju kulit meningkat untuk membantu melepaskan panas.
Akibatnya, jantung perlu bekerja lebih keras, terutama ketika seseorang berlari dalam durasi panjang atau di lingkungan yang panas dan lembap.
Fenomena peningkatan detak jantung secara bertahap meskipun kecepatan lari relatif stabil dikenal sebagai cardiovascular drift.
Tidak Signifikan
Dalam International Journal of Sports Physiology and Performance pada Mei 2025 memberikan gambaran menarik mengenai efektivitas pendinginan saat olahraga.
Hasilnya menunjukkan bahwa metode pendinginan mampu menurunkan suhu kulit pada area yang didinginkan sekaligus meningkatkan kenyamanan termal.
Namun, pengaruhnya terhadap detak jantung dan suhu inti tubuh tergolong sangat kecil atau dapat diabaikan secara fisiologis.
Artinya, kepala yang terasa lebih dingin belum tentu membuat jantung berdetak lebih lambat ketika berlari.
Memberikan Sensasi Nyaman
Penggunaan alat pendingin mampu menurunkan suhu dahi dan meningkatkan kenyamanan pada area tersebut.
Namun, tidak ditemukan perbedaan signifikan pada detak jantung maupun performa lari dibandingkan penggunaan ikat kepala pembanding.
Ini memperlihatkan bahwa efek pendinginan lokal lebih jelas terasa pada kenyamanan kulit dibandingkan perubahan respons kardiovaskular.
Apakah Boleh Dipakai?
Plester demam pada dasarnya dirancang untuk memberikan sensasi dingin pada permukaan kulit. Penggunaannya saat berlari mungkin membantu sebagian orang merasa lebih nyaman, tetapi belum ada bukti klinis kuat bahwa produk tersebut secara khusus mampu menurunkan heart rate.
Pelari juga perlu memperhatikan petunjuk penggunaan produk, terutama terkait paparan keringat, kemungkinan iritasi kulit, dan daya rekat selama aktivitas fisik.
Sensasi dingin di dahi juga tidak boleh dijadikan patokan bahwa suhu tubuh sudah terkendali. Tubuh tetap berisiko mengalami kepanasan meskipun permukaan kulit terasa sejuk.