Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Kesehatan

Katarak Bukan Satu-satunya Biang Kebutaan, Empat Gangguan Mata Ini Juga Mengintai

Seorang aparatur sipil negara (ASN) mengikuti pemeriksaan kesehatan mata menggunakan alat autorefraktor dalam rangka memperingati Hari Penglihatan Sedunia atau World Sight Day di Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung
Seorang aparatur sipil negara (ASN) mengikuti pemeriksaan kesehatan mata menggunakan alat autorefraktor dalam rangka memperingati Hari Penglihatan Sedunia atau World Sight Day di Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/tom.)

Kebutaan di Indonesia jadi tantangan kesehatan yang semakin kompleks. Selain katarak, sejumlah gangguan mata lain seperti kelainan refraksi, retinopati diabetik, degenerasi makula terkait usia, hingga glaukoma, juga perlu dapat perhatian serius.

Ketua Pengurus Pusat Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Prof. Budu mengatakan perubahan pola hidup dan transisi Indonesia menuju negara berkembang turut memengaruhi pergeseran tren penyakit mata di masyarakat.

Menurutnya, upaya penanggulangan kebutaan tidak boleh hanya berfokus pada satu jenis penyakit. Berbagai penyebab gangguan penglihatan perlu diantisipasi melalui penanganan yang sesuai dan deteksi dini.

Iklan

Tentu katarak menjadi penyebab kebutaan tertinggi di dunia, dan bahkan Indonesia sudah mulai merangkak masuk ke level kedua kebutaan di dunia. Ini betul-betul harus kita antisipasi dengan baik,”

kata Budu, dalam keterangannya, Selasa, 27 Oktober 2026.

Selain katarak, kelainan refraksi seperti rabun jauh dan silinder juga jadi persoalan kesehatan mata yang perlu ditangani. Gangguan ini bisa memengaruhi ketajaman penglihatan dan aktivitas sehari-hari apabila tidak dikoreksi dengan tepat.

Ancaman lainnya adalah retinopati diabetik yakni kerusakan pembuluh darah pada retina akibat komplikasi diabetes. Kondisi itu berpotensi mengganggu penglihatan hingga menyebabkan kebutaan apabila tidak terdeteksi dan ditangani secara tepat.

Sementara itu, degenerasi makula terkait usia atau age-related macular degeneration (AMD) merupakan gangguan pada bagian tengah retina yang berperan penting dalam penglihatan detail. Adapun glaukoma bisa merusak saraf optik dan menyebabkan kehilangan penglihatan permanen.

Dia bilang beragam kondisi tersebut membutuhkan pendekatan penanganan yang sesuai dengan penyebabnya.

Pemeriksaan mata dan deteksi dini menjadi bagian penting untuk mengidentifikasi gangguan penglihatan serta menentukan penanganan yang diperlukan,”

jelasnya.

Budu menilai perubahan gaya hidup dan meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia turut menambah tantangan dalam pencegahan kebutaan. Maka itu, upaya penanganan kesehatan mata perlu diperluas dengan melibatkan organisasi profesi hingga ke berbagai daerah.

Ia pun mengajak seluruh cabang Perdami di Indonesia untuk mempercepat upaya pemberantasan kebutaan akibat katarak. Langkah itu dinilai penting agar semakin banyak masyarakat yang bisa peroleh penanganan dan terhindar dari kehilangan penglihatan yang sebenarnya dapat dicegah.

Seiring meningkatnya tantangan kesehatan mata akibat pergeseran gaya hidup dan penuaan populasi, kami mengajak seluruh cabang Perdami di Indonesia mempercepat pemberantasan kebutaan katarak,”

ujarnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.