Ketika siswa mengambil makanan sendiri, ada tiga jalur kontaminasi utama yang perlu diperhatikan, yaitu makanan, peralatan, dan kontak antarsiswa,”
kata Dicky dalam keterangan resmi yang diterima Owrite, Senin, 2 November 2026.
Peralatan Makan
Jalur kedua berasal dari peralatan makan dan alat penyaji. Piring, sendok, garpu, hingga penjepit makanan dapat menjadi media perpindahan mikroorganisme apabila tidak disimpan secara terpisah dari peralatan kotor atau dibiarkan terbuka sehingga terpapar debu dan serangga.
Jalur ketiga berkaitan dengan interaksi antarsiswa. Kontak tangan, permukaan meja, serta antrean yang padat dapat mempermudah perpindahan mikroorganisme, terutama apabila kebersihan tangan tidak dijaga,”
jelasnya.
Mencuci Tangan
Dicky menilai pengawasan terhadap perilaku siswa menjadi penting karena anak-anak belum tentu konsisten menerapkan kebiasaan mencuci tangan maupun etika batuk ketika berada di area makan.
Untuk mengurangi risiko, sekolah perlu menyediakan fasilitas cuci tangan dengan air mengalir dan sabun sebelum makan. Penggunaan pelindung makanan serta alat pengambilan yang bersih juga harus dipastikan,”
ujarnya.
Selain itu, siswa perlu dilarang mengambil makanan menggunakan tangan langsung. Pengaturan antrean agar tidak terlalu padat dan pengawasan petugas terhadap kebersihan area penyajian juga menjadi bagian dari pencegahan.
Dicky menambahkan, alat penyaji yang terkontaminasi harus segera diganti, sementara suhu makanan perlu dipertahankan sesuai persyaratan keamanan pangan.
Langkah-langkah tersebut diperlukan agar sistem prasmanan tidak justru menciptakan titik paparan baru bagi siswa selama kegiatan makan berlangsung,”
tandasnya.