Temuan ini kemudian memunculkan pertanyaan mengenai kaitan konsumsi kangkung dengan rasa kantuk yang sering dirasakan sebagian orang.
Nutrisi Kangkung
Melansir dari laman Alodokter, 2 November 2026, kangkung atau Ipomoea aquatica merupakan sayuran hijau yang mengandung berbagai zat gizi, seperti vitamin A, vitamin C, vitamin K, folat, serat, dan mineral.
Nutrisi tersebut memiliki peran penting bagi tubuh. Vitamin A membantu menjaga kesehatan mata, vitamin C mendukung sistem kekebalan tubuh. Sementara, vitamin K berperan dalam proses pembekuan darah.
Kangkung juga mengandung magnesium yang dibutuhkan tubuh untuk mendukung fungsi otot dan saraf.
Penelitian yang diterbitkan dalam Healthy Tadulako Journal juga menguji efek ekstrak kangkung air terhadap 25 ekor mencit atau tikus percobaan.
Dalam penelitian tersebut, mencit dibagi menjadi lima kelompok. Setiap kelompok mendapatkan perlakuan berbeda, mulai dari kelompok pembanding hingga kelompok yang diberikan ekstrak kangkung dengan dosis tertentu.
Hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak kangkung air memiliki potensi menimbulkan efek sedasi, yaitu efek menurunkan aktivitas sistem saraf pusat sehingga hewan percobaan menjadi lebih tenang.
Peneliti juga menemukan bahwa dosis 4 miligram per 20 gram berat badan mencit menghasilkan efek yang secara statistik tidak berbeda dari diazepam, obat yang digunakan sebagai pembanding dalam penelitian tersebut.
Temuan ini menarik karena menunjukkan bahwa kangkung memiliki potensi yang dapat diteliti lebih lanjut berkaitan dengan efek menenangkan.
Namun, ada hal penting yang perlu diperhatikan. Penelitian itu menggunakan ekstrak kangkung dengan dosis terukur dan dilakukan pada mencit, bukan manusia yang mengonsumsi tumis kangkung sebagai lauk.
Mengapa Mengantuk?
Rasa kantuk setelah makan sebenarnya merupakan fenomena yang dikenal dalam dunia medis dengan istilah postprandial somnolence atau kantuk setelah makan.
Mengutip dari Cleveland Clinic, rasa kantuk ini dapat muncul setelah seseorang mengonsumsi makanan, terutama dalam porsi besar. Kondisi itu dipengaruhi oleh beberapa proses di dalam tubuh termasuk perubahan zat dalam darah, sinyal dari saluran pencernaan, dan pengaturan tingkat kewaspadaan otak.
Selain itu, ada beberapa faktor yang bisa membuat rasa kantuk semakin terasa di antaranya:
- Porsi makan terlalu banyak. Makan dalam jumlah besar dapat meningkatkan rasa kantuk setelah menyantap makanan.
- Komposisi makanan. Makanan tinggi kalori, karbohidrat olahan, dan lemak dapat berkontribusi terhadap rasa lelah setelah makan.
- Jam biologis tubuh. Pada awal siang hingga sore hari, tubuh secara alami dapat mengalami penurunan tingkat kewaspadaan.
- Kurang tidur. Seseorang yang tidak mendapatkan waktu tidur cukup cenderung lebih mudah mengantuk, termasuk setelah makan.
Aman Dikonsumsi
Karena itu, rasa kantuk setelah menyantap tumis kangkung belum tentu disebabkan oleh sayurannya. Bisa jadi, rasa tersebut muncul akibat kombinasi makanan yang dikonsumsi, porsi makan, dan kondisi tubuh.
Kangkung memang memiliki potensi efek menenangkan berdasarkan penelitian pada hewan percobaan. Namun, belum ada bukti klinis yang cukup untuk memastikan bahwa mengonsumsi kangkung sebagai sayuran sehari-hari dapat menyebabkan kantuk pada manusia.
Jadi, anggapan kangkung bikin ngantuk belum bisa dinyatakan sebagai fakta untuk manusia. Kamu tetap bisa menikmati tumis kangkung saat makan siang tanpa harus khawatir berlebihan.