Snack yang sehat itu adalah snack yang tinggi serat. Kemudian yang kedua adalah tinggi protein. Dan yang terakhir adalah rendah garam dan juga gula,”
ujar Laurencia dalam acara Media Discussion “Dukung Pencegahan Diabetes melalui Deteksi Dini, Nutrisi Tepat, hingga Solusi Kesehatan Personal” Selasa 3 Oktober 2026.
Rendah Gula
Dokter Laurencia juga menyarankan penyandang diabetes untuk mengonsumsi snack yang tinggi serat, tinggi protein, rendah gula, dan rendah garam.
Contohnya paling gampang adalah kacang-kacangan. Itu juga snack yang sehat, yang sebagian bisa menjadi salah satu pilihan,”
tuturnya.
Pentingnya pengaturan pola makan semakin relevan seiring meningkatnya kasus diabetes di Indonesia. Penyakit ini tidak lagi identik dengan kelompok usia lanjut, tetapi juga semakin banyak ditemukan pada kelompok usia produktif dan generasi muda.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi diabetes berdasarkan pemeriksaan gula darah pada penduduk berusia 15 tahun ke atas mencapai 11,7 persen.
Sementara itu, International Diabetes Federation (IDF) Diabetes Atlas 2025 mencatat jumlah penyandang diabetes di Indonesia mencapai 20,4 juta orang pada 2024.
Pengaturan Makan
Laurencia menjelaskan, pengaturan makan bagi penyandang diabetes bukan berarti harus menghindari seluruh makanan favorit. Hal yang lebih penting adalah mengatur pola konsumsi secara tepat dan seimbang.
Ia menyebut prinsip 5J dapat diterapkan dalam pengaturan makan sehari-hari, yakni jumlah, jenis, jadwal, jurus masak, dan jujur dalam mengatur pola konsumsi.
Menurut Laurencia, nutrisi berperan penting dalam membantu mengendalikan kadar gula darah, menjaga berat badan sehat, memenuhi kebutuhan nutrisi harian, serta menyediakan energi untuk beraktivitas.
Pemenuhan nutrisi yang tepat juga dapat membantu mencegah atau memperlambat berbagai komplikasi diabetes. Karena itu, edukasi mengenai pola makan sehat perlu dilakukan secara berkelanjutan agar penyandang diabetes dapat menjaga kualitas hidupnya,”
tandasnya.