Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 23 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Megapolitan / Kasus Matel Tewas di Kalibata Efek Brutalisasi, Debt Collector Tak Layak Ada di Masyarakat
Megapolitan

Kasus Matel Tewas di Kalibata Efek Brutalisasi, Debt Collector Tak Layak Ada di Masyarakat

Syifa Fauziahdusep-malik
Last updated: Desember 16, 2025 6:21 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
8 bulan lalu
Share
Ahli Psikolog Forensik, Reza Indragiri
Ahli Psikolog Forensik, Reza Indragiri. (Foto: owrite)
SHARE

Ahli Psikologi Forensik, Reza Indragiri memberi tanggapan terkait kasus pengeroyokan terhadap dua debt collector atau mata elang, hingga tewas di Kalibata, Jakarta Selatan.

Menurutnya, insiden ini bentuk dari main hakim sendiri yang dilakukan oleh personel hukum, karena cara beroperasi debt collector yang melanggar hukum.

Kemudian kemarahan, dendam atau sejenisnya itu dilampiaskan dengan melakukan pembakaran ke warung-warung di sekitar,”

ujar Reza kepada owrite, baru-baru ini.

Reza mengatakan, kekerasan yang terjadi dalam kasus tersebut tidak bisa semata-mata dilihat sebagai konflik antara debt collector dan aparat penegak hukum. Menurutnya, bentrokan itu merupakan bagian dari fenomena efek brutalisasi, di mana kekerasan terus bereskalasi dari satu peristiwa ke peristiwa berikutnya.

Kekerasan dari episode ke episode terus meningkat, dan akhirnya yang paling dirugikan, ya klasik adalah masyarakat,”

jelasnya.

Ia menilai, konflik tersebut tidak lagi berdiri sebagai persoalan antara debt collector dan aparat, tetapi sudah menyeret masyarakat luas ke dalam pusaran kekerasan, termasuk aksi perusakan warung dan fasilitas umum di sekitar lokasi kejadian.

Kasus tersebut menjadi cerminan bahwa masyarakat menganggap profesi debt collector ini identik dengan praktik kekerasan dan intimidasi.

Suka tidak suka, sudah terbangun kesan yang sangat kuat di benak publik bahwa bicara debt collector itu identik dengan kekerasan dan intimidasi. Dari sisi citra saja, ini sudah sangat-sangat buruk,”

ujarnya.

Menurut Reza, persoalan debt collector seharusnya diselesaikan melalui mekanisme perdata. Namun, karena mekanisme perdata tidak memiliki daya paksa, muncul praktik-praktik vigilante yang mengedepankan kekerasan.

Karena mekanisme perdata tidak forceful, tidak punya daya tekan, akhirnya dikemas seolah-olah harus diselesaikan dengan cara-cara keras, seolah-olah pidana atau vigilante,”

katanya.

Pemerintah Harus Hadir

Polisi berjaga di area kios-kios yang terbakar pascakericuhan di kawasan Kalibata, Jakarta, Jumat (12/12/2025).
Polisi berjaga di area kios-kios yang terbakar pascakericuhan di kawasan Kalibata, Jakarta, Jumat (12/12/2025). (Sumber: Antara Foto/Sulthony Hasanuddin/nym)

Ia menilai, dalam kondisi ini pemerintah harus hadir melalui otoritas penegak hukum untuk menghentikan praktik kekerasan yang dilakukan debt collector.

Yang terbayang oleh saya jelas lembaga penegakan hukum. Paling tidak untuk menghentikan cara-cara kekerasan dan praktik vigilante agar tidak terus dipraktikkan,”

ujarnya.

Reza menekankan pentingnya langkah mitigasi guna mencegah situasi semakin memburuk. Salah satunya adalah meningkatkan patroli keamanan di sekitar lokasi kejadian untuk mencegah efek broken windows theory, yakni kondisi lingkungan yang tampak tanpa hukum dapat memicu aksi kriminal lanjutan.

Teori itu ingin mengatakan bahwa di sudut kota yang terkesan tidak hadir hukum, tidak ada keteraturan, maka akan memancing orang-orang di sekitar untuk melakukan perbuatan onar. Untuk menunjukkan bahwa hukum hadir, apalagi tidak di kawasan sekitar TKP, maka patroli harus dibicarakan,”

jelasnya.

Ia pun mengapresiasi kepolisian yang sudah menetapkan enam orang personil sebagai orang yang diminta pertanggung jawabannya. Baik secara etik, bahkan mungkin juga nanti pidana.

Itu langkah mitigasi yang bagus. Artinya, lewat penindakan itu, polisi tidak punya beban moral. Karena sudah melakukan penindakan secara internal.

Polisi tidak punya beban moral untuk melakukan penindakan secara eksternal terhadap kelompok-kelompok, terhadap orang-orang yang dianggap sudah melakukan pengerusakan,”

katanya.

Melihat banyaknya masyarakat yang resah dengan hadirnya debt collector, Reza dengan tegas mengatakan bahwa profesi tersebut tidak layak dipertahankan.

Tidak. Selama masih menggunakan cara-cara kekerasan, jelas tidak layak. Mekanisme penyelesaian sengketa kendaraan atau kredit seharusnya lewat perdata. Kalau muncul debt collector karena mereka punya daya paksa, itu forceful tapi ilegal,”

pungkasnya.

Tag:debt collectorHeadlinekalibatakekerasanmatelPengeroyokanpolisi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Karhutla Ancam Kalimantan, IKN Forest City Dipertanyakan: Jangan Cuma Jual Narasi Hijau
By Syifa Fauziah
Peserta menanam bibit pohon dalam kegiatan aksi menanan bersama di Ibu Kota Nusantara (IKN), Paser Penajam Utara, Kalimantan Timur
1
Mulai 2027, PPPK Paruh Waktu Otomatis Diangkat Jadi Penuh Waktu Tanpa Tes
By Rika Pangesti
Guru membimbing siswi mengerjakan soal saat proses belajar mengajar di SRMP 25 Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (26/5/2026).
2
Konflik Agraria Tak Kunjung Tuntas, Komnas HAM Catat 2.780 Aduan dalam Lima Tahun
By Rika Pangesti
Ilustrasi lahan pertanian
3
Paman Birin Terpilih Aklamasi Jadi Ketum PB Lemkari, Kini Pimpin Dewan Guru 2026-2031
By Hadi Febriansyah
Pemilihan Ketua Dewan Guru Lemkari
4
DPR Desak Kemenkeu Cairkan Rp290,9 Miliar untuk Penanganan Karhutla
By Rika Pangesti
Api membakar sebuah pondok dari bambu di Kelurahan Sabaru, Palangka Raya, Kalimantan Tengah
5

BERITA LAINNYA

Kota Jakarta
Megapolitan

Prakiraan Cuaca Jakarta Sabtu 22 Agustus 2026: Cerah, Suhu Tembus 35 Derajat

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah DKI Jakarta…

Syifa FauziahRahmat Tunny OWRITE
By
Syifa Fauziah
Rahmat Tunny
1 hari lalu
Ilustrasi tersangka dijebloskan ke penjara.
Megapolitan

Prajurit TNI AL Dikeroyok Gegara Senggolan Motor, Satu Pelaku Akhirnya Diciduk Polisi

Prajurit TNI Angkatan Laut Agus Wicaksono (39), jadi korban pengeroyokan di Jalan…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
By
Rahmat Baihaqi
Hardani Triyoga
1 hari lalu
Ilustrasi Cuaca Panas
Megapolitan

Prakiraan Cuaca Jakarta Jumat 21 Agustus: Seluruh Wilayah Diprediksi Cerah, Suhu hingga 32 Derajat

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah DKI Jumat,…

Syifa FauziahRahmat Tunny OWRITE
By
Syifa Fauziah
Rahmat Tunny
2 hari lalu
Kereta Rel Listrik (KRL) berhenti dengan latar belakang gedung bertingkat di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (10/8/2026).
Megapolitan

KRL Tertemper di Dua Lintas, 10 Perjalanan Bogor-Tangerang Terlambat Lebih dari 1 Jam

Direktur KAI Commuter Purnomo Sidi menyampaikan permohonan maaf atas gangguan perjalanan Commuter…

Syifa FauziahRahmat Tunny OWRITE
By
Syifa Fauziah
Rahmat Tunny
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up