Pemerintah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Hasil tersebut berdasarkan sidang isbat yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa, 17 Februari 2026.
Saat memasuki bulan Ramadan, hal yang penting adalah mengetahui jadwal shalat dan imsakiyah setiap harinya. Hal ini sehubungan dengan ibadah shalat, jadwal sahur, dan berbuka puasa.
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Ditjen Bimas Islam Kemenag RI) telah menerbitkan jadwal imsakiyah selama bulan Ramadan 1447 Hijriah.
Jadwal Imsakiyah Ramadan
Berdasarkan data resmi, jadwal imsak di wilayah Jakarta dan sekitarnya pukul 04.32 WIB dan Subuh pukul 04.42 WIB. Sementara waktu terbit matahari berada pada pukul 05.55 WIB, dan dimulainya Dhuha pukul 06.32 WIB.
Memasuki siang hari, Zuhur jatuh pada pukul 12.10 WIB dan Ashar pukul 15.20 WIB. Adapun waktu Magrib atau berbuka puasa ditetapkan pukul 18.18 WIB, dan Isya pukul 19.28 WIB.
Bacaan Niat Puasa
Dilansir dari laman MUI Digital, menurut pendapat Mazhab Syafii, kita juga harus membiasakan diri untuk selalu berniat puasa di setiap malam bulan Ramadhan. Biasanya ini dilakukan setiap selesai shalat tarawih atau ketika makan sahur.
Adapun bacaan niat puasa Ramadhan, sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala”
Sementara niat puasa untuk satu bulan penuh, sebagai berikut,
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta’ala.”
Bacaan Berbuka Puasa
Membaca doa berbuka puasa merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Momen berbuka puasa dianggap sebagai salah satu waktu mustajab untuk memanjatkan doa. Oleh karena itu, kita disarankan untuk tidak melewatkan kesempatan ini dengan membaca doa sebelum menikmati hidangan berbuka.
Salah satu doa berbuka puasa yang populer adalah:
”اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ”.
Bacaan Latinnya adalah:
“Allahummalakasumtu wabika aamantu wa’ala rizqika afthartu birohmatikaya arhamarrahimin.”
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki serta rahmat-Mu aku berbuka, wahai Yang Maha Pengasih.”
Selain doa tersebut, terdapat juga doa berbuka puasa yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, yang menekankan hilangnya dahaga dan harapan akan pahala:
”ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ”.
Bacaan Latinnya adalah:
“Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru in syaa Allah.”
Artinya: “Telah hilang dahaga, telah basah tenggorokan, dan telah tetap pahala insya Allah.”
