Umat Muslim di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya telah memulai ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriah sejak 19 Februari 2026 lalu.
Salah satu panduan penting adalah jadwal imsak, sebagai penanda berakhirnya waktu sahur sebelum memasuki waktu Subuh.
Jadwal imsak penting untuk memastikan pelaksanaan sahur tepat waktu dan kelancaran ibadah puasa.
Seperti yang dianjurkan Rasulullah SAW, sahur sebaiknya dilakukan mendekati waktu imsak agar tubuh lebih kuat menjalankan ibadah puasa.
Namun, penting untuk berhenti makan dan minum sebelum azan Subuh berkumandang.
Memasuki Ramadan hari ke-5, tentunya Anda harus mengetahui jadwal imsak, shalat, dan berbuka puasa.
Untuk jadwal imsak hari ini memasuki pukul 04:32 WIB, ini tanda Anda harus menghentikan aktivitas makan dan minum.
Waktu Subuh menunjukkan pukul 04:42 WIB, sedangkan waktu terbit matahari pukul 05.00 WIB.
Anda bisa memulai shalat Dhuha pukul 06:32 WIB. Shalat Zuhur hari ini jatuh pukul 12:10 WIB, Ashar pukul 15:17 WIB. Untuk waktu Magrib dan berbuka pukul 18:17 WIB, sedangkan waktu Isya pukul 19:26 WIB.
Keutamaan Sahur
Sahur bukan sekadar kegiatan makan sebelum imsak, melainkan ibadah sunnah yang mengandung hikmah besar dan keberkahan luar biasa.
Rasulullah sangat menekankan pentingnya sahur karena sahur mampu memperkuat ibadah puasa, baik secara fisik maupun spiritual.
Adapun beberapa hadits yang menjelaskan tentang pentingnya sahur.
حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ صُهَيْبٍ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً
Telah menceritakan kepada kami ‘Abdul ‘Aziz bin Shuhaib berkata, aku mendengar Anas bin Malik radliallahu ‘anhu berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Bersahurlah kalian, karena didalam sahur ada barakah. (HR. Shahih Bukhari no. 1789 Kitab As shaum)
عَنْ أَبِي عَطِيَّةَ قَالَ
قُلْتُ لِعَائِشَةَ فِينَا رَجُلَانِ أَحَدُهُمَا يُعَجِّلُ الْإِفْطَارَ وَيُؤَخِّرُ السُّحُورَ وَالْآخَرُ يُؤَخِّرُ الْفِطْرَ وَيُعَجِّلُ السُّحُورَ قَالَتْ أَيُّهُمَا الَّذِي يُعَجِّلُ الْإِفْطَارَ وَيُؤَخِّرُ السُّحُورَ قُلْتُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْعُودٍ قَالَتْ هَكَذَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصْنَعُ
Dari Abu ‘Athiyyah dia berkata; Aku berkata kepada ‘Aisyah; Di antara kita ada dua orang, salah seorang dari keduanya menyegerakan berbuka dan mengakhirkan bersahur, sedangkan yang lain mengakhir berbuka dan menyegerakan bersahur? Ia bertanya; Siapakah di antara keduanya yang menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur? Aku menjawab; Abdullah bin Mas’ud. Ia berkata; Demikianlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukannya. (HR. Imam Nasa’i no. 2130 Kitab Ash shiyam)
عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ
Dari Amru bin Ash bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Perbedaan antara puasa kita dengan puasanya Ahli Kitab adalah makan sahur.
(HR. Shahih Muslim no. 1836 Kitab Ash shiyam)
