Kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Jumat, 10 April 2026 memberikan dampak pada okupansi transportasi publik. Jumlah pengguna LRT Jabodebek turun sebesar 10 persen karena kebijakan ini.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika mengatakan pada Jumat, pihaknya melayani 106.301 pengguna LRT Jabodebek. Jumlah itu turun 12.204 pengguna atau sekitar 10 persen dari hari sebelumya Kamis, 9 April sebanyak 118.505 pengguna.
Penurunan volume pengguna LRT Jabodebek ini merupakan dampak langsung dari kebijakan kerja WFH bagi ASN, khususnya pada jam sibuk,”
ujar Radhitya dalam keterangannya Minggu, 12 April 2026.
Radhitya menuturkan, stasiun LRT Jabodebek yang terlihat mengalami penurunan pengguna yakni yang berdekatan dengan kantor pemerintahan.
Hal ini diantaranya stasiun Kuningan, Setiabudi, Rasuna Said, Cikoko, Pancoran, dan stasiun lainnya.
Radhitya merinci, untuk Stasiun Kuningan pada Kamis pengguna LRT Jabodebek sebanyak 12.530, namun pada Jumat turun 2.246 pengguna menjadi 10.284 orang.
Kemudian Stasiun Dukuh Atas sebelumnya sebanyak 16.954 pengguna menjadi 15.859 orang.
Lalu Stasiun Rasuna Said dari 7.621 pengguna turun 1.052 orang, menjadi 6.659 pengguna pada Jumat. Stasiun Cikoko di Kamis sebanyak 9.475 orang, turun 970 pengguna menjadi 8.505 orang.
Selanjutnya, Stasiun Setiabudi dari hari sebelumnya sebanyak 5.204 pengguna turun 886 orang, menjadi 4.318 pengguna.
Kemudian Stasiun Pancoran turun menjadi 6.607 pengguna dari hari sebelumnya sebanyak 7.241 orang.
Meski demikian, Radhitya mengatakan untuk melayani pengguna LRT Jabodebek agar tetap optimal, pada Jumat (10/4) pihaknya tetap mengoperasikan pola weekday dengan 430 perjalanan LRT Jabodebek.
KAI akan terus hadir mendukung mobilitas masyarakat, dan memastikan setiap perjalanan LRT Jabodebek mengedepankan aspek keselamatan serta kenyamanan bagi seluruh pengguna,”
imbuhnya.


