Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyatakan proses evakuasi korban kecelakaan Kereta Jarak Jauh (KJJ) Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line telah selesai. Tim Basarnas telah dikembalikan ke masing-masing home base sejak pukul 08.00 WIB.
“Saya pastikan sudah tidak ada korban yang kita temukan,”
kata Kabasarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii di Stasiun Bekasi Timur, Selasa, 28 April 2026.
Syafii menambahkan selama proses evakuasi, tim gabungan harus ekstra hati-hati saat melakukan evakuasi karena korban terjepit material kereta. Proses evakuasi berlangsung selama kurang lebih 12 jam pascakecalakaan.
Saat proses evakuasi, tim sar gabungan juga harus mempertimbangkan aspek keselamatan korban agar tidak menimbulkan dampak yang lebih berat lagi.
“Pada saat itu memang ada lima korban yang masih dalam kondisi terjepit dan harus kita laksanakan (evakuasi),”
kata dia.
Syaffi mengaku pihaknya tidak bisa langsung langsung memindahkan rangkaian kereta karena adanya korban yang masih terjepit, karena adanya korban yang masih terjepit.
Syafii juga menyebutkan bahwa sebagian besar korban yang dievakuasi, baik luka-luka maupun meninggal dunia, merupakan perempuan. Hal ini karena bagian yang terdampak pertama adalah gerbong khusus wanita.
“Harus kita laksanakan kegiatan ekstrikasi sehingga korban itu bisa kita selamatkan,”
terang dia.
Setelah proses evakuasi korban dinyatakan selesai, tahap selanjutnya tim gabungan akan mengevakuasi bangkai kereta dan menyerahkan kepada pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk penyelidikan lebih lanjut.


