Perusahaan Umum daerah (Perumda) Dharma Jaya memperkuat cadangan pangan dan memperluas kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan Jakarta di tengah ancaman gangguan global.
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman mengatakan bahwa, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap potensi kelangkaan komoditas impor, seperti daging sapi.
Selama kondisi tetap relatif stabil, kami memperkuat cadangan kami. Untuk ternak sapi, pengadaan akan ditingkatkan dari 500 menjadi 1.000 ekor bulan depan sebagai tindakan pencegahan,”
ujarnya.
Selain itu, Raditya juga mengungkapkan akan memperkuat koordinasi dengan BUMN lain, termasuk Food Station untuk menjaga ketersediaan stok dan stabilitas harga melalui penguatan cadangan serta program bazar pangan. Kolaborasi juga akan diperluas apabila terjadi gangguan pasokan.
Kolaborasi dengan BUMD lain, termasuk Food Station, saat ini difokuskan pada penguatan cadangan stok dan program rutin seperti bazar makanan. Jika terjadi gangguan, kerja sama akan diintensifkan,”
lanjutnya.
Untuk menjaga pasokan protein hewani lainnya, perusahaan akan melakukan kerja sama antar wilayah, khususnya dengan daerah penghasil di Pulau Jawa seperti Blitar, guna memastikan distribusi daging ayam tetap stabil.
Hal ini dilakukan, karena sekitar 98 persen kebutuhan pangan Jakarta berasal dari luar daerah. Sehingga, sinergi lintas wilayah dan kolaborasi dengan BUMN jadi langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan pasokan.
Dharma Jaya juga terus memperbaiki tata kelola perusahaan melalui penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang menekankan integritas, profesionalisme, dan transparansi.
Penilaian GCG kami terus membaik dari tahun ke tahun, yang menunjukkan bahwa reformasi tata kelola berjalan ke arah yang benar,”
katanya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan pentingnya konsolidasi antar BUMD dan menghapus ego sektoral guna meningkatkan daya saing di tingkat nasional dan internasional.
Pramono juga mengingatkan adanya tantangan global seperti dinamika geopolitik dan fenomena El Nino yang berpotensi mempengaruhi sektor energi dan pangan.
Untuk itu, seluruh BUMD diminta menyiapkan langkah antisipasi dan adaptasi menghadapi risiko tersebut.



