PT Kereta Api Indonesia (Persero) menjamin seluruh korban dalam insiden kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo dan KRL Commuter line di Stasiun Bekasi Timur akan mendapatkan penanganan maksimal, termasuk biaya perawatan.
KAI juga menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan bagi korban luka, serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan KAI.
Dalam kejadian tersebut, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek selamat. Sementara itu, penumpang KRL tercatat tujuh orang meninggal dunia dan 80 orang mengalami luka-luka, yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis.
Saat ini, penanganan dilakukan di beberapa fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Kota Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
“KAI menyampaikan komitmen dan dukungan penuh kepada para korban dan keluarga yang terdampak, termasuk memastikan proses penanganan berjalan dengan cepat, tepat, dan terkoordinasi dengan seluruh pihak terkait,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba, Selasa, 28 April 2026.
Proses evakuasi berlangsung pun cukup lama, karena terdapat korban yang masih hidup dan membutuhkan penanganan secara hati-hati.
“Tim medis, Basarnas, serta tim KAI terus berupaya maksimal untuk memberikan pertolongan terbaik kepada seluruh korban,” ujarnya.
Selain itu, KAI juga menyiapkan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga memperoleh informasi terkait penumpang.
Untuk sementara waktu, Stasiun Bekasi Timur tidak melayani naik dan turun penumpang, dan perjalanan KRL hanya dilayani hingga Stasiun Bekasi.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian ini serta permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik, dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar proses penanganan berjalan dengan baik,” imbuhnya.


