Diskusi Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) menanggapi 1 tahun pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, mengusulkan agar melakukan reshuffle terhadap 10 menteri dalam Kabinet Merah Putih (KMP) dengan tingkat kepuasan publik terendah.
Hal tersebut berdasarkan hasil Survei yang dilakukan Index Politica dengan mengevaluasi Satu Tahun berjalannya Pemerintahan Prabowo–Gibran.
Demikian hasil diskusi yang disampaikan FWK, yang berlangsung di Kantor Harian Suara Merdeka, di Jl Asam Baris, Tebet, Jakarta Selatan, pada Rabu, 22 Oktober 2025.
Sementara itu Koordinator Nasional FWK Raja Palindungan Pane mengungkapkan, hasil diskusi FWK ini, menyebutkan sebanyak 10 menteri Kabinet Merah Putih perlu segera diganti.
Usulan pergantian tersebut tak lain, untuk memperkuat efektivitas pemerintahan, kemudian meningkatkan kredibilitas kebijakan publik, dan memperbaiki persepsi masyarakat terhadap kabinet.
Reshuffle bukan sekadar pergantian posisi, tapi momentum untuk memperbaiki tata kelola, menegakkan disiplin kerja, dan menumbuhkan kembali kepercayaan publik terhadap pemerintahan,” kata Raja saat menyampaikan hasil diskusi FWK.
Mengutip dari hasil survei yang dilakukan Indeks Politica, sebanyak 10 Menteri atau pejabat setingkat Menteri, dengan tingkat kepuasan publik terendah seperti Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo 15,23%, Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai 16,68%, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana 17,56%, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia 18,85%, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian 19,65%.
Selain itu ada juga Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait 20,35%, Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Yandri Susanto 21,12%, Kepala Kantor Komunikasi Presiden Hasan Nasbi 22,45%, yang kini sudah menjabat sebagai Komisaris Pertamina, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandi 23,75% dan Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid 34,34%.
Survei dari Indeks Politica juga memotret program prioritas yang paling diminati Masyarakat, seperti halnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini menempati posisi teratas, dengan dukungan tertinggi publik sebanyak 25,34%.
Kemudian disusul dengan program pemeriksaan kesehatan secara gratis sebesar 12,35% serta adanya Bantuan Subsidi Upah sebesar 10,70%. Sedangkan untuk program Koperasi Desa Merah Putih hanya mendapat penilaian sebesar 4,65%.
FWK menilai temuan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memberikan apresiasi tinggi terhadap program yang langsung menyentuh kebutuhan dasar rakyat banyak, seperti program makanan gizi, pemeriksaan kesehatan gratis dan bantuan subsidi upah.
Program Makan Bergizi Gratis terbukti mendapat dukungan publik tertinggi. Pemerintah perlu memperkuat pengawasan dan meningkatkan standar keamanan pangan untuk mencegah kasus keracunan di sekolah,” ujar Raja menjelaskan hasil diskusi FWK yang dihadiri 12 jurnalis senior.
Direktur Eksekutif Indeks Politica Denny Charter mengungkapkan, pelaksanaan survei Index Politica ini, dilakukan pada 1–10 Oktober 2025 sebanyak 1.600 responden yang berada di 34 provinsi di Indonesia.
Begitu pula dengan metode survei ini dilakukan wawancara, dan penarikan sampelnya dengan menggunakan multistage random sampling atau pengambilan sampel yang menggunakan kombinasi dua atau lebih teknik random sampling dalam beberapa tahap dengan margin of error sebesar ±1,6% dan untuk tingkat kepercayaan sebesar 95%.
Sampel yang diambil adalah warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah juga terdaftar di Daftar Pemilih Tetap, bukan anggota TNI-Polri dan dengan gender pria sebanyak 50% serta wanita sebanyak 50%.
Hasil wawancara sampel ternyata 90,8% mengetahui kegiatan yang sudah atau sedang dilakukan Presiden Prabowo melalui media massa. Dan sebanyak 83,5% menyatakan puas dengan kinerja Prabowo,” kata Denny menjelaskan hasil Survei Index Politica.

