Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 15 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • iran
  • Spill
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Laporan WJP 2025: Peringkat Turun, Penegakan Hukum Indonesia Melemah
Nasional

Laporan WJP 2025: Peringkat Turun, Penegakan Hukum Indonesia Melemah

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
Last updated: Oktober 30, 2025 9:49 am
Hadi Febriansyah
Ivan
Share
Ilustrasi-Kriminal-Kasus-Hukum
Foto: Dok. OWRITE
SHARE

Peringkat Indonesia sebagai negara dengan tingkat kepatuhan hukum menurun pada 2025. Berdasarkan laporan terbaru dari World Justice Project (WJP), Indonesia kini berada di posisi ke-69, turun satu peringkat dari tahun sebelumnya yang menempati posisi ke-68.

Daftar isi Konten
  • Penyebab Turunnya Peringkat Indonesia
  • Metodologi Penilaian

Dalam laporan yang dirilis Oktober 2025, Indonesia mencatat skor 0,52 dari skala 0–1, sedikit menurun dibandingkan skor 0,53 pada 2024.

Penurunan kecil ini menandakan adanya tantangan serius dalam memperkuat supremasi hukum di Tanah Air.

World Justice Project (WJP) adalah organisasi nirlaba independen berbasis di Amerika Serikat yang setiap tahunnya menilai tingkat supremasi hukum (rule of law) di berbagai negara.

Penilaian dilakukan berdasarkan delapan indikator utama yang mencerminkan efektivitas dan keadilan sistem hukum suatu negara.

Delapan faktor penilaian tersebut meliputi Constraints on Government Powers, Absence of Corruption, Open Government, Fundamental Rights, Order and Security, Regulatory Enforcement, Civil Justice, dan Criminal Justice.

Penyebab Turunnya Peringkat Indonesia

Menurut WJP, penurunan skor Indonesia tahun ini disebabkan oleh melemahnya tiga faktor utama, yaitu Constraints on Government Powers turun dari 0,64 ke 0,62.

Selain itu, Fundamental Rights menurun dari 0,49 menjadi 0,47, dan terakhir Criminal Justice merosot dari 0,39 ke 0,38.

Sementara itu, tiga indikator lainnya seperti Absence of Corruption (0,42), Open Government (0,55), dan Civil Justice (0,47) tidak mengalami perubahan.

Kabar baiknya, dua faktor menunjukkan peningkatan kecil namun positif, yaitu Order and Security (naik dari 0,69 menjadi 0,71) serta Regulatory Enforcement (naik dari 0,57 menjadi 0,58).

Dalam peringkat regional, Indonesia masih tertinggal jauh dari sejumlah negara tetangga Asia Tenggara. Singapura berada di posisi 16 dunia, Malaysia di peringkat 56, dan Australia menempati posisi 11 secara global.

Dengan hasil tersebut, Indonesia perlu memperkuat reformasi hukum dan pemberantasan korupsi agar bisa bersaing dengan negara-negara tetangga yang memiliki sistem hukum lebih stabil dan transparan.

Metodologi Penilaian

Laporan WJP ini dibuat berdasarkan survei terhadap 150.000 responden dari berbagai negara dan lebih dari 3.400 pakar hukum, akademisi, serta praktisi hukum lokal.

Skor yang diberikan menggunakan skala 0–1, di mana angka 1 menunjukkan penegakan hukum sempurna, sementara 0 berarti sistem hukum sangat lemah.

Penurunan posisi Indonesia bukan kali pertama. Sejak 2023, tren skor kepatuhan hukum Tanah Air cenderung menurun, sebagian juga disebabkan oleh bertambahnya jumlah negara yang dievaluasi dalam indeks WJP.

Tag:Penegakan HukumPeringkat IndonesiaWJP
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Trump dan Xi Jinping Bertemu di Beijing, Harga Minyak Dunia Terkoreksi ke US$105 per Barel
By Anisa Aulia
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
1
Sidang Kasus Air Keras: Serda Edi Sudarko Ngaku Kesal Lihat Video Andrie Yunus di Hotel Fairmont
By Rahmat
Hakim menampilkan foto salah satu terdakwa yang juga terkena air keras Serda Edi Sudarko (kedua kanan) pada sidang lanjutan kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus di Pengadilan Militer II-08, Jakarta, Rabu (6/5/2026). Sidang tersebut beragendakan mendengar keterangan delapan orang saksi dengan rincian lima orang anggota TNI dan tiga orang warga sipil yang dihadirkan Oditur Militer.
2
Buntut Polemik LCC Kalbar: MPR RI Nonaktifkan Dua Juri dan MC, Final Bakal Diulang
By Hadi Febriansyah
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah.
3
Efek Domino Kurs Rp17.500: Manufaktur Terjepit, Daya Beli Masyarakat Turun, dan Potensi PHK
By Anisa Aulia
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta, Kamis (23/4/2026). Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Kamis (23/4/2026) melemah 106 poin atau 0,62 persen menjadi Rp17.287 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.181 per dolar AS, dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak dunia akibat perang AS dan Iran.
4
Kevin Warsh Disetujui Jadi Ketua The Fed Gantikan Jerome Powell, Ini PR Beratnya
By Anisa Aulia
Kevin Warsh, Ketua Federal Reserve (The Fed) terpilih. (Sumber: Dok. Federal Reserve)
5

BERITA LAINNYA

Eks Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo
Nasional

Wow! Eks Kadiv Propam Ferdy Sambo Dapat Gelar S2 di dalam Rutan, Kok Bisa?

Mantan Kadiv Propam Mabes Polri, Ferdy Sambo jadi perbincangan setelah mendapat gelar…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteAmin Suciady
By
Rahmat
Amin Suciady
11 jam lalu
Gambar ilustrasi love scamming
Nasional

Jangan Suka Curhat di Medsos! Love Scammer Mengintai Orang Kesepian dan Patah Hati

Pakar Komunikasi Digital Universitas Indonesia (UI) Firman Kurniawan mengatakan kelompok yang rentan…

Syifa FauziahAmin Suciady
By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
11 jam lalu
Gambar ilustrasi love scamming
Nasional

Pakar UI Bongkar Modus Love Scamming Napi Kotabumi: Dibuat Nyaman hingga Terjebak

Pakar Komunikasi Digital Universitas Indonesia (UI) Firman Kurniawan melihat kasus love scamming…

Syifa FauziahAmin Suciady
By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
11 jam lalu
Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza.
Nasional

Menko Yusril Angkat Bicara soal Film ‘Pesta Babi’: Bukan Arahan dari Pemerintah

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra menyatakan…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteSyifa Fauziah
By
Rahmat
Syifa Fauziah
12 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up