Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan permohonan maaf kepada Kementerian Lembaga (K/L) dan pemerintah daerah (Pemda), yang merasa tersinggung atas kritikannya terkait realisasi belanja yang lambat.
Purbaya mengatakan, ia tidak bermaksud mengintervensi kebijakan kementerian lain karena kritikan yang disampaikannya. Dia hanya meminta agar anggaran dihabiskan dan tidak menganggur, guna mendorong perekonomian nasional.
Kayaknya ada pada sebel sama saya tuh. Emang tugas saya cuma itu kan? Kalau enggak kita susah juga, kalau enggak itu nggak balik tuh tadi,”
Purbaya dalam Rapat Kerja Komite IV DPD RI di Jakarta, Senin (3/11/2025).
Bendahara Negara ini juga menyinggung, terkait situasi yang akhir-akhir ini ramai bersama Pemda. Purbaya menyampaikan permintaan maaf atas kondisi tersebut, ia mengatakan hanya ingin daerah mempercepat belanja.
Saya bukannya sentimen sama daerah justru ingin mereka belanjakan lebih cepat, supaya ekonominya jalan sinkron dengan kebijakan ekonomi yang dijalankan oleh pemerintah pusat. Jadi kalau ada yang tersinggung saya mohon maaf. Tapi kerja yang bener lah, habisin tuh duit,”
Purbaya.
Sebagaimana diketahui, Purbaya sudah menyambangi sejumlah K/L dan menyatakan akan menarik anggaran K/L bila tidak terserap maksimal pada akhir Oktober ini. Misalnya saja, Badan Gizi Nasional (BGN) sudah diultimatum Purbaya untuk bisa menyerap anggaran secara maksimal.
Kalau nanti akhir Oktober saya bisa prediksi berapa penyerapannya, kalau kurang kita ambil uangnya. Kalau lebih, kita tambah,”
Purbaya di Jakarta dikutip Senin (6/10/2025).
Namun, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengatakan mengembalikan anggaran sebesar Rp70 triliun karena tidak bisa menyerap pada tahun ini.
Selain itu, dalam kunjungan Purbaya ke PKP juga sudah mengingatkan agar anggaran bisa diserap secara maksimal. Dia juga mengancam akan menarik anggaran bila tidak bisa terserap secara optimal.
Saya ingin lihat akhir bulan seperti apa. Nanti kalau bagus, ya kita nggak pindahin uangnya, tapi kalau ada masalah ya kita pindahin tempat lain dulu,”
Dadan Hindayana.

