Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 10 Feb 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • Cari Tahu
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Banjir
  • sumatera
  • longsor
  • Bola
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Penanganan Kasus Diduga Libatkan Nama Bobby Mandeg, KPK Wajib Dievaluasi
Nasional

Penanganan Kasus Diduga Libatkan Nama Bobby Mandeg, KPK Wajib Dievaluasi

Syifa FauziahAmin Suciady
Last updated: November 18, 2025 3:26 pm
Syifa Fauziah
Amin Suciady
Share
Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti
Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti. (foto: owrite)
SHARE

Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti, menyoroti kasus ‘Blok Medan’ yang seolah diabaikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Ia berkaca dari kasus Abdul Gani Kasumba (AGK) terkait suap dan gratifikasi yang menyeret nama Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu. Bersamaan dengan dikeluarkannya SP3, KPK juga menghentikan kasus tersebut.

Kenapa ‘Blok Medan’ tiba-tiba seperti dihentikan oleh KPK berdasarkan adanya orang yang terpidana meninggal dunia? Lazim nggak itu? Nggak lazim. Harusnya nggak boleh SP3 keseluruhan kasusnya, yang di SP3 hanya yang berkaitan dengan almarhum. Sekarang ada nuansa diabaikan KPK yang berhubungan dengan ‘Blok Medan’,”

ujar Ray seperti dikutip podcast owrite.id yang tayang di kanal YouTube, Selasa (18/11/2025).

Selain itu juga KPK melakukan cara yang sama pada kasus Hasto Kristiyanto. Kasus tersebut sudah diamnesti Joko Widodo yang dulu menjabat sebagai presiden, namun sekarang KPK membuka kasus baru yang berhubungan kasus Hasto Kristiyanto.

Dan mungkin berhubungan dengan Harun Masiku. Kalau dulu deliknya ikut serta membantu dan mungkin sekarang pakai delik yang lain, kan aneh. Dari situ sudah ada pertanyaan ada apa dengan KPK?”

katanya. 

Tak hanya itu, ia mempertanyakan terkait kasus suap Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Medan yang kasusnya terhenti di karyawannya saja. Ada pula kasus di Riau yang Gubernur Pramusaji Rumdin ditangkap, serta kasus suap di Wonogiri dimana bupatinya ditangkap. Ia melihat kasus seperti itu hanya kepalanya saja yang ditangkap, padahal masih banyak orang yang terlibat di dalamnya. 

Kalau kita lihat polanya KPK, kasus Riau suap yang kena gubernurnya, kasus Ponorogo yang kena bupatinya, relatif kasusnya sama-sama suap, tapi kok terhenti di bawahannya. Apa yang buat KPK seolah-olah kalau kasus tertentu berhenti di bawahannya? Padahal kalau kasus yang lain bisa lanjut,”

paparnya.

Menurutnya, hal itu terjadi tergantung pada sosok siapa pemimpin KPK. Ia menjelaskan, KPK dilantik dan ditetapkan Presiden Jokowi. Dan untuk kali pertama dalam sejarah KPK, Presiden melantik komisioner KPK hingga dua kalim, padahal selama ini dalam sejarah Indonesia hanya dilakukan satu kali.  

Makanya langkah yang dilakukan oleh pimpinan KPK sekarang itu menangkap Hasto Kristiyanto dan Harun Masiku, karena mereka sangat kritis terhadap Pak Jokowi saat itu. Selesai era Pak Jokowi, muncul kasus PUPR. Tapi ingat, unsur pimpinan KPK masih orang yang sama, orang yang mentersangkakan Hasto,”

paparnya.

Menurut Ray, dengan adanya kasus seperti ini berdampak berkurangnya kepercayaan masyarakat kepada KPK. 

Tingkat kepercayaan masyarakat itu ada tiga. Pertama presiden, kedua KPK, ketiga TNI. Sekarang (KPK) terlempar dari tiga besar,”

katanya. 

Untuk itu, Ray menyarankan kepada KPK untuk melakukan evaluasi mulai dari unsur pimpinannya. Sebab sampai sekarang, pimpinan KPK masih aktif sebagai polisi. Menurutnya hal itu tidak sesuai dengan etika jabatan.

Lalu orang yang secara etika jabatan dilanggar tapi dibiarkan jadi pimpinan KPK, dari situ saja kita sudah bisa melihat merosotnya standar moral di KPK. Bagaimana orang yang melanggar etik, tiba-tiba kita minta supaya nangkap orang yang diduga terlibat korupsi, kan secara moral dia punya masalah,”

tandasnya.
Tag:blok medanbobby nasutionkahiyang ayuKPKlingkar madaniray rangkuti
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Ikuti
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
@owritedotid

BERITA TERKINI

Indeks berita
Dirtipideksus Bareskrim Mabes Polri, Ade Safri Simanjuntak.
Hukum

Usai Diperiksa, Bareskrim Langsung Tahan Dirut dan Komisaris PT Dana Syariah Indonesia

Bareskrim Mabes Polri langsung melakukan penahanan dua petinggi PT Dana Syariah Indonesia (PT DSI), Taufiq Aljufri (TA) selaku Direktur Utama dan Arie Rizal Lesmana (AR) Komisaris Perusahaan. Keduanya ditahan usai…

By
Rahmat
Dusep
3 Min Read
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi
Internasional

PM Jepang Siap Lakukan Reformasi Besar

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan bahwa kemenangan luar biasa Partai Demokrat Liberal (LDP) dalam pemilihan umum terbaru menjadi landasan kuat bagi pemerintahannya untuk mendorong perubahan kebijakan strategis. Pada pemilu…

By
Hadi Febriansyah
Ivan
3 Min Read
Deklarasi Board of Peace di Davos, Swiss. (Sumber: The White House)
Internasional

Trump Undang Pertemuan Perdana Dewan Perdamaian, Prabowo Terbang ke Washington?

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan akan menggelar pertemuan perdana negara-negara anggota Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) pada Kamis, 19 Februari 2026 mendatang. Sejumlah negara anggota disebut telah…

By
Hadi Febriansyah
Dusep
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul
Nasional

Rumah Sakit Dilarang Tolak Pasien! Gus Ipul Ingatkan Ada UU

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan peserta Penerima Bantuan Iuran…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
17 jam lalu
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (tengah) memukul alat musik terbang gede didampingi (dari kiri) Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, Gubernur Banten Andra Soni, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Ketua MPR Ahmad Muzani, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, dan Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat dalam puncak peringatan Hari Pers Nasional 2026 di Kota Serang, Banten
Nasional

Makna Ketidakhadiran Presiden di HPN

Catatan Hendry Ch Bangun(Forum Wartawan Kebangsaan) Presiden Republik Indonesia tidak hadir di…

Ivan OWRITE
By
Ivan
18 jam lalu
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid (ketiga kiri) didampingi Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria (kedua kanan), Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat (kanan), Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Akhmad Munir (kiri), dan Sekda Provinsi Banten Deden Apriandhi (kedua kiri) bersiap foto bersama pada Konvensi Nasional Media Massa Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kota Serang, Banten
Nasional

HPN 2026: Saat Pers Diuji Algoritma, AI, dan Disinformasi

Hari Pers Nasional (HPN) 2026 bertema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”. Menteri…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
18 jam lalu
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul
Nasional

13,5 Juta PBI JKN Dinonaktifkan Tahun Lalu, Mensos Cuci Tangan: ‘Itu Urusan Pemda’

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025…

hadi-febriansyah-owriteAmin Suciady
By
Hadi Febriansyah
Amin Suciady
19 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up