Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 1 Apr 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • BMKG
  • Banjir
  • sumatera
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kedeputian Intelijen KPK, Deteksi Dini Korupsi Lebih Canggih 
Nasional

Kedeputian Intelijen KPK, Deteksi Dini Korupsi Lebih Canggih 

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteIvan OWRITE
Last updated: November 21, 2025 12:45 am
Rahmat
Ivan
Share
mantan penyidik senior KPK, Praswad Nugraha
Foto: Istimewa
SHARE

Wacana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ingin membentuk Kedeputian Intelijen menjadi angin segar setelah 23 tahun berdiri.

Sejak berdirinya KPK pada tahun 2002, kegiatan surveillance atau pemantauan terhadap target operasi khususnya pada OTT masih terbilang manual, bahkan tertinggal dari lembaga Aparat Penegak Hukum (APH) lain seperti Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung).

Menurut mantan penyidik senior KPK, Praswad Nugraha dengan adanya kedeputian Intelijen ini dapat memberikan dampat positif.

Dengan berbagai alat canggih yang nantinya dimiliki oleh KPK bisa mempermudah dalam melakukan pemantauan dugaan terjadinya tindak pidana rasuah.

Dengan penguatan kapasitas intelijen yang terstruktur dan terintegrasi, KPK akan memiliki kemampuan yang lebih besar dalam mengungkap kasus-kasus korupsi yang semakin canggih, terstruktur, dan melibatkan jaringan yang luas,”

Praswad kepada Owrite.id, Kamis (20/11/2025).

Praswad menceritakan saat masih menjadi penyidik aktif KPK kegiatan surveillance masih terbilang manual dan harus melalui banyak lapisan.

Biasanya kegiatan pemantauan baru dilakukan setelah masuk laporan dugaan tindak pidana korupsi dari Direktorat Pengaduan Masyarakat (Dumas).

Dumas ini menjadi ujung tombak penerima informasi dari publik untuk selanjutnya dilakukan verifikasi informasi dan penilaian dari kredibilitas narasumber

Data hasil surveillance awal ini kemudian ditingkatkan ke tahap Penyelidikan, di mana tim penyelidik bersama-sama dengan tim Dumas melanjutkan surveillance lebih mendalam untuk memetakan modus operandi dan mengidentifikasi jaringan,”

Praswad.

Biasanya kata Praswad, di tahap operasional, tim pemantau akan memberikan dukungan teknis lanjutan dengan pengamatan intensif di lapangan mulai dari pergerakan target operasi hingga pengumpulan bukti terkait.

Penghujung dari kegiatan surveillance ini bakal menjadi Operasi senyap tangkap tangan alias OTT terhadap target. 

Pola kerja berlapis ini memastikan setiap informasi dapat diverifikasi secara cross-check dan menghasilkan bukti yang komprehensif untuk menentukan waktu yang tepat dalam pelaksanaan Operasi Tangkap Tangan (OTT),”

Praswad.

Dengan adanya Kedeputian Intelijen didukung dengan sumber daya dan kewenangan yang lebih memadai, dia meyakini KPK bisa melakukan deteksi dini dugaan terjadinya korupsi. Namun disatu sisi harus ada payung hukum yang memadai mendukung kegiatan intelijen.

Kegiatan intelijen dapat dilaksanakan dengan lebih optimal namun tetap dalam koridor hukum yang berlaku, sehingga dapat meminimalisir potensi pelanggaran terhadap hak asasi manusia dan privasi warga negara,”

mantan penyidik senior KPK itu.

Menurutnya, lanjut Praswad fungsi intelijen selama ini telah menjadi tulang punggung dan nyawa dari seluruh operasi pemberantasan korupsi, meskipun dijalankan tanpa struktur deputi yang khusus dan terintegrasi.

Nantinya Deputi Intelijen ini bisa diisi dengan Direktorat Surveillance yang berwenang melakukan pengawasan dan pengintaian di lapangan.

Lalu Direktorat Interception yang secara khusus menangani penyadapan komunikasi dan pengumpulan bukti elektronik dengan perangkat teknologi dan payung hukum yang jelas.

Konsolidasi ini pada akhirnya akan memungkinkan KPK melakukan proses pengumpulan informasi, analisis data, dan perekaman bukti secara lebih komprehensif, sistematis, dan akurat, sehingga secara signifikan dapat memperkuat kualitas proses penyelidikan dan penyidikan, serta mempercepat penanganan perkara,”

Praswad.

Disatu sisi, meski nantinya Kedeputian Intelijen telah terbentuk masih tidak menutup kemungkinan modus kasus rasuah juga ikut berkembang seiring berkembangnya teknologi.

Dia menegaskan suksesnya pengungkapan kasus korupsi tergantung pada SDM di kedeputian itu.

Pembentukan deputi ini harus dipandang sebagai bagian dari proses transformasi berkelanjutan, bukan sebagai solusi final,”

Praswad.

Keberhasilannya akan sangat bergantung pada kemampuan KPK dalam merekrut dan mengembangkan SDM yang kompeten, berintegritas tinggi, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi. Sinergi dengan berbagai lembaga pemerintah lainnya, juga akan semakin memperkuat efektivitas Deputi Intelijen KPK dalam memberantas korupsi hingga ke akarnya,”

Praswad.

Tag:Deteksi Dini KorupsiKedeputian IntelijenKPKOTT
Share This Article
Email Salin Tautan Print
rahmat-baihaqi-jurnalis-owrite
ByRahmat
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput isu nasional dengan berfokus pada bidang politik hukum dan kriminal.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Jubir KPK, Budi Prasetyo menyampaikan update OTT di Banten.
Hukum

KPK Perpanjang Masa Penahanan Yaqut Selama 40 Hari

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) di rutan. Adapun perpanjangan masa penahanan tersebut dilakukan selama 40 hari ke depan. Juru Bicara…

By
Rahmat
Ivan
3 Min Read
Dony Tri Pamungkas
Olahraga

Dony Tri Curi Perhatian, Aksi Memukaunya Dipuji Calvin Verdonk

Penampilan perdana Dony Tri Pamungkas bersama Timnas Indonesia sukses mencuri perhatian publik pecinta sepak bola Tanah Air. Aksinya bahkan mendapat pujian langsung dari Calvin Verdonk. Pemain muda milik Persija Jakarta…

By
Hadi Febriansyah
Ivan
2 Min Read
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU COCO Jalan Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah
Ekonomi Bisnis

Hemat Energi, Pemerintah Batasi Isi BBM 50 Liter per Hari Buat Mobil Pribadi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, membeberkan skema penghematan energi di dalam negeri. Menurut Bahlil, pemerintah akan menerapkan pembatasan pengisian bahan bakar minyak (BBM) sebesar 50 liter…

By
Iren Natania
Dusep
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Deretan aplikasi media sosial (medsos). (Sumber: Unsplash/Piotr Cichosz)
Nasional

Permenkomdigi 9/2026 Ubah Paradigma Perlindungan Anak di Ruang Digital

Penerbitan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 tentang Peraturan…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
7 jam lalu
Perwakilan Aliansi Ibu Indonesia, Annette Mau
Nasional

MBG Disorot, Salah Sasaran hingga Diduga Jadi ‘Ladang Bisnis’

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus menuai sorotan dari…

Syifa FauziahAmin Suciady
By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
7 jam lalu
Perwakilan Aliansi Ibu Indonesia, Annette Mau.
Nasional

Ironi MBG Rp1,2 Triliun Sehari, Aliansi Ibu: Sekolahnya Tanpa Wastafel dan Atap Bocor

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai kritik, kali ini terkait besarnya…

Syifa Fauziahdusep-malik
By
Syifa Fauziah
Dusep
8 jam lalu
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta
Nasional

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Desak PBB Lakukan Investigasi!

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
10 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up