Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 1 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • prabowo
  • MBG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kontroversi Gelar Pahlawan Nasional, Sejarawan: Soeharto Tidak Layak
Nasional

Kontroversi Gelar Pahlawan Nasional, Sejarawan: Soeharto Tidak Layak

Syifa FauziahAmin Suciady
Last updated: November 23, 2025 11:17 am
Syifa Fauziah
Amin Suciady
Share
Sejarawan, Andi Achdian.
Sejarawan, Andi Achdian. (Foto: owrite/syifa)
SHARE

Sejarawan Andi Achdian, buka suara terkait penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto. Secara gamblang ia mengatakan bahwa Soeharto tidak layak mendapat gelar tersebut. 

Saya pribadi, saya akan bilang itu tidak layak,”

ujar Andi kepada owrite.id, Minggu, 23 November 2025.

Andi pun mengingatkan tentang sejarah Indonesia yang dipimpin oleh Soeharto selama tiga dekade. Ia merasa sejarah Orde Baru adalah pengalaman yang masih dirasakan langsung oleh generasi yang hidup hari ini.

Saya akan mengatakan bahwa pengalaman sejarah yang pernah ada selama tiga dekade, dengan korban yang masih hidup. Masih ada feeling belum selesai sejarah itu,”

jelasnya.

Menurutnya, hal itu juga yang menjadi penolakan dan kontroversi sejumlah masyarakat yang menjadikan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional. Tak hanya orang dewasa, ia pun terkejut Generasi Z juga melakukan penolakan.

Tapi juga sangat mengejutkan bahwa saya melihat dan mengikuti berita, Kalangan Gen Z kuat juga gitu ya untuk mengatakan bahwa hal itu tidak (layak). Secara personal saya akan bilang seperti itu,”

tuturnya. 

Beberapa waktu terakhir muncul kontroversi mengenai upaya penulisan ulang sejarah oleh Kementerian Kebudayaan. Ia pun sempat mengkritisi hal, mengkhawatirkan adanya kemungkinan narasi baru yang mereduksi fakta sejarah dan mengaburkan tanggung jawab politik pada era Orde Baru.

Saya juga sempat mengkritisi upaya penulisan ulang sejarah oleh kementerian kebudayaan itu dan kami datang ke DPR, kami sempat diskusi tentang itu,”

tandasnya.
Tag:Editorialgelar pahlawan nasionalsejarah
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Gambar ilustrasi RPP Tugas TNI
Nasional

Analisis Cissrec soal RPP Tugas TNI: Risiko Yurisdiksi Ganda dalam Keamanan Siber Nasional

Chairman Communication & Information System Security Research Center (Cissrec) Pratama Persadha, merespons perihal Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Tugas TNI. Khususnya tumpang tindih wewenang lintas instansi.  Ia menilai, dalam lanskap…

By
Adi Briantika
Amin Suciady
3 Min Read
Presiden Prabowo Subianto (ketiga kanan) didampingi Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban (kiri), Ketua Umum KSPSI sekaligus Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat (kedua kiri), Presiden KSPSI AGN Andi Gani Nena Wea (ketiga kiri), Presiden KSPI Said Iqbal (kedua kanan) dan Ketua Umum KPBI Ilhamsyah (kanan) memberikan sambutan dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). Dalam May Day 2026 para buruh menuntut adanya pengesahan RUU Ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing dan penolakan upah murah, hingga kekhawatiran terhadap dampak konflik global yang berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).
Nasional

Viral Potongan Video Prabowo Bahas MBG Saat May Day, Respon Netizen Ngeri Banget

Presiden Prabowo menghadiri acara peringatan Hari Buruh Internasional yang berlangsung di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat, 1 Mei 2026. Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan pidato, salah satunya menyinggung program Makan…

By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
2 Min Read
KA Argo Bromo Anggrek
Daerah

Terjadi Lagi, Kereta Argo Bromo Tabrak Sebuah Mobil di Grobogan Jateng

Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasarturi menabrak sebuah mobil di perlintasan sebidang JPL 52 KM 29+800, antara Stasiun Panunggalan dan Stasiun Kradenan, Grobogan, Jawa Tengah, pada Jumat,…

By
Iren Natania
Amin Suciady
1 Min Read

BERITA LAINNYA

Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) didampingi Mensesneg Prasetyo Hadi (kedua kiri), Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea (kiri), dan Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat (kanan) menyapa massa buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). Dalam May Day 2026 para buruh menuntut adanya pengesahan RUU Ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing dan penolakan upah murah, hingga kekhawatiran terhadap dampak konflik global yang berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).
Nasional

Taksir Biaya Massa May Day Tembus Rp45 M, Baranusa: Rakyat Perlu Tahu Sumbernya!

Ketua Umum Barisan Rakyat Nusantara (Baranusa) Adi Kurniawan menyorot dugaan biaya pengerahan…

dusep-malikowrite-adi-briantika
By
Dusep
Adi Briantika
3 jam lalu
Ilustrasi pekerja migran
Nasional

Miris, Pekerja Migran RI Masih Rentan Eksploitasi, Migrant CARE Soroti Kebijakan Pemerintah

Dalam momentum May Day 2026, Migrant CARE kembali menyoroti lemahnya perlindungan negara…

hadi-febriansyah-owriteSyifa Fauziah
By
Hadi Febriansyah
Syifa Fauziah
3 jam lalu
Relawan mengemas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Polda Sultra, Kendari, Sulawesi Tenggara.
Nasional

Lagi-lagi BGN Bikin Geram Netizen, Pengadaan Anggaran IT MBG Capai Rp1,2 Triliun

Pemberitaan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak henti-hentinya bikin netizen geram.…

dusep-malikSyifa Fauziah
By
Dusep
Syifa Fauziah
4 jam lalu
Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Saurlin P. Siagian (kiri) dan Koordinator Subkomisi Penegakan HAM sekaligus Komisioner Mediasi Komnas HAM Pramono Ubaid Tanthowi (kanan).
Nasional

Bukannya Dilindungi Malah Diseleksi, Komnas HAM Semprot Wacana Tim Asesor Pembela Hak Asasi

Menteri HAM Natalius Pigai, merencanakan pembentukan tim asesor untuk menilai dan menetapkan…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up