Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 8 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / TII Sebut Kebebasan Akademik Masih Belum Aman
Nasional

TII Sebut Kebebasan Akademik Masih Belum Aman

owrite-adi-briantikaIvan OWRITE
Last updated: November 25, 2025 10:08 am
By
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
9 bulan lalu
Share
Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi (Foto: pixabay.com)
SHARE

Direktur Eksekutif The Indonesian Institute (TII) Adinda Tenriangke Muchtar, berpendapat kebebasan akademik di Indonesia masih jauh dari aman dan belum menjadi prioritas pemerintah, institusi pendidikan, maupun aparat penegak hukum.

Apalagi terdapat aparat penegak hukum yang cenderung menggunakan pendekatan represif, alih-alih membuka ruang untuk dialog kebijakan (policy dialogue).

Aparat harus mulai membiasakan diri dengan policy dialogue. Jangan sedikit-sedikit tangkap. Kritik itu bagian dari demokrasi, bukan ancaman,”

Adinda, Senin, 24 November 2025.

Ia juga menyoroti maraknya fenomena doxing yang menimpa warga, aktivis, hingga akademisi yang menyampaikan kritik di ruang publik.

TII mendesak negara untuk memastikan proses hukum yang transparan dan membangun literasi hukum di masyarakat, agar hukum tidak digunakan untuk membungkam suara-suara kritis.

Dari sisi institusi pendidikan, Sekretaris Departemen Ilmu Politik Universitas Indonesia Teuku Harza menyorot kelemahan pada Statuta UI.

Menurutnya, statuta saat ini hanya menekankan tanggung jawab akademik tetapi belum mengatur perlindungan yang memadai bagi kebebasan akademik.

Ini membuat kampus rentan ketika ada tekanan eksternal maupun internal,”

Teuku Harza.

Kekhawatiran terhadap tekanan eksternal juga dirasakan langsung oleh mahasiswa.

Abira Massi, mahasiswa Ilmu Politik UI, berbagi pengalamannya bahwa ancaman terhadap kebebasan berekspresi justru lebih sering datang dari luar kampus.

Tekanannya lebih banyak bukan dari dalam kampus, tapi dari eksternal. Saya pernah mengkritik seorang politisi yang bikin konten, lalu timnya meminta agar postingan saya di-take down,”

Abira.

Maka TII menilai rangkaian kasus ini menunjukkan bahwa kebebasan akademik belum dipahami sebagai pilar penting demokrasi.

Kampus, pemerintah, dan aparat penegak hukum dinilai perlu memperkuat mekanisme perlindungan bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti agar ruang akademik tidak menjadi arena penuh tekanan dan intimidasi.

Berikut kasus-kasus relevan dalam isu tersebut:

​1. Doxing terhadap kritikus

​Isu doxing yang disorot oleh TII terbukti sering menimpa kalangan aktivis dan peneliti, yang dapat berdampak pada akademisi.

​Peneliti ICW Jadi Korban Doxing: Seorang peneliti dari Indonesia Corruption Watch (ICW), Diky Anandya, menjadi korban doxing dan bahkan ancaman pembunuhan setelah mengkritik Presiden (berkaitan dengan nominasi OCCRP).

Kasus ini dilaporkan ke Bareskrim Polri pada Januari 2025. Kasus ini sangat relevan karena mencerminkan bagaimana kritik publik seringkali berbasis riset akademik dibalas dengan serangan digital yang mengancam keselamatan dan data pribadi.

​Seorang mahasiswa di Riau menjadi korban doxing usai mengkritik rekrutmen Polri pada Agustus 2025. Ini secara spesifik menghubungkan mahasiswa (insan akademik) dengan kritik terhadap aparat penegak hukum yang kemudian direspons dengan penyebaran data pribadi.

​2. Pelanggaran Kebebasan Akademik di Lingkungan Kampus

​TII catat 86 kasus pelanggaran (April-Juni 2025) kebebasan akademik. Pelanggaran terbanyak terjadi di ranah ekspresi akademik dan budaya (52 kasus). Korban terbanyak adalah mahasiswa (44 kasus), diikuti lembaga kemahasiswaan dan dosen.

​Aktor pelanggaran adalah pejabat kampus dan aparat Ironisnya, TII menemukan bahwa aktor pelanggaran terbanyak adalah pejabat kampus (42 kasus), sementara aparat penegak hukum terlibat dalam 25 kasus. Hal ini menguatkan poin TII bahwa perlindungan tidak hanya harus datang dari eksternal, tetapi juga dari internal kampus.

3. Tekanan otoritas terhadap akademisi. ​

Menjelang Pilpres 2024, beberapa rektor dari universitas ternama terekam memberikan apresiasi terhadap capaian pemerintah saat itu, yang oleh KIKA dinilai menciptakan kesan bahwa akademisi terlibat dalam propaganda politik. Hal ini mencerminkan tekanan politik yang dapat mengaburkan independensi dan integritas akademik.

Tag:Adinda Tenriangke MuchtarAparat Penegak HukumKebebasan Akademik NasionalTII
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Prabowo Injak dan Banting Genteng Sabut Kelapa BRIN: Cikal Bakal ‘Gentengnisasi’ Rumah Rakyat?
By Natania Longdong
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam acara pertemuan dengan periset dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
1
Kapolresta Banda Aceh Diamankan Propam Mabes Polri, Dugaan Kasus Narkoba Bikin Geger!
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi Mabes Polri amankan perwira polisi.
2
Persib Gagal Adu Penalti! Persebaya Cetak Sejarah Jadi Juara Baru Piala Presiden 2026
By Hadi Febriansyah
Persebaya Juara Piala Presiden 2026. (Sumber: Media Piala Presiden)
3
Bintang Jatuh di Denpasar: Klub Five Stars Digerebek Bareskrim, 53 Orang Ditangkap
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi penggerebekan klub malam oleh polisi.
4
Utang Whoosh Diambil Kemenkeu, Purbaya Beberkan Caranya dan Klaim Tak Bebani APBN
By Anisa Aulia
Kereta Cepat Whoosh
5

BERITA LAINNYA

Prabowo Pidato di peluncuran buku 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia. (Sumber: Owrite/Natania Longdong)
Nasional

Prabowo Klaim Dua Tahun Pemerintahannya Berbuah Hasil: Rapor Kita Oke

Presiden Prabowo Subianto menyatakan optimistis dengan capaian pemerintahannya setelah hampir dua tahun…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
9 jam lalu
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono.
Nasional

BGN Pastikan Bakal Buka Dapur MBG Baru Lagi, Tapi Cuma di Daerah Ini…

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono mulai membuka kembali operasional Satuan Pelayanan…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
10 jam lalu
Prabowo Pidato di peluncuran buku 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia. (Sumber: Owrite/Natania Longdong)
Nasional

Prabowo Guyon ke Kepala BGN: Baru Seminggu, Rambut Putih Sudah Nambah

Presiden Prabowo Subianto menyapa Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono saat menghadiri…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
10 jam lalu
BPJS Kesehatan
Nasional

Pasien BPJS Tunggu 8 Jam Belum Dapat Kamar, Ini Penjelasan BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan memberi tanggapan terkait kasus pasien peserta JKN yang mengeluhkan belum…

Syifa Fauziahdusep-malik
By
Syifa Fauziah
Dusep Malik
11 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up