Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), akan menjaga kilang-kilang milik PT Pertamina (Persero). Penjagaan akan dilakukan mulai Desember 2025.
Sjafrie menjelaskan, dilibatkannya TNI ini dilakukan dalam rangka pengamanan serta menjaga industri strategis nasional.
Menyelamatkan kepentingan nasional serta menjaga industri strategis yang mempunyai kaitan dengan kedaulatan negara. Sebagai contoh, kilang dan terminal Pertamina, ini juga bagian yang tidak terpisahkan daripada gelar kekuatan kita,”
Sjafrie di DPR dikutip Rabu, 26 November 2025.
Sjafrie mengatakan, penugasan prajurit TNI di kilang tersebut termasuk pengamanan instalasi strategis, serta merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Tugas-tugas pengamanan instalasi strategis khususnya yang dimiliki oleh Pertamina, ini juga bagian dari OMSP dan ada di dalam revisi Undang-Undang TNI yang 14 pasal itu,”
Sjafrie.
Menhan menuturkan, pengamanan ini akan dimulai pada Desember melibatkan prajurit TNI AD, dengan dipantau oleh Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.
Kita akan laksanakan ini terhitung mulai Desember dengan menugaskan pasukan-pasukan dari TNI Angkatan Darat, dan juga akan dipantau oleh Badan Intelijen Strategis. Untuk bisa mengetahui hal-hal yang mungkin perlu kita ketahui sebagai suatu ancaman yang potensial yang mungkin muncul, sehingga kita bisa mengantisipasi pengamanan secara fisik,”
Sjafrie.


