Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 22 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Aktivis Lingkungan Ngaku Ditekan Kemenhut Selama 9 Tahun Soal Konservasi Hutan
Nasional

Aktivis Lingkungan Ngaku Ditekan Kemenhut Selama 9 Tahun Soal Konservasi Hutan

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Desember 8, 2025 3:15 pm
Natania Longdong
Amin Suciady
Share
Pendiri Yayasan Kalaweit, yang juga aktivis lingkungan asal Prancis, Chanee Kalaweit.
Pendiri Yayasan Kalaweit, yang juga aktivis lingkungan asal Prancis, Chanee Kalaweit. (Foto: Youtube Chanee Kalawei)
SHARE

Pendiri Yayasan Kalaweit, Chanee Kalaweit, membeberkan pengalaman panjang dan pahit selama bertahun-tahun bekerja untuk konservasi hutan di Indonesia. 

Aktivis lingkungan asal Prancis yang telah hidup di Indonesia selama 27 tahun itu mengungkap bahwa ia dan organisasi yang dipimpinnya pernah mengalami tekanan dari Kementerian Kehutanan pada periode sebelumnya, yakni saat Zulkifli Hasan menjabat pada periode 2009-2014, dan Siti Nurbaya Bakar yang menjadi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pertama serta terakhir.

Saya akan jujur, selama 27 tahun berjuang di Indonesia dengan Yayasan Kalaweit, walaupun menjadi mitra dari Kementerian Kehutanan, walaupun dapat banyak sekali dukungan dari masyarakat Indonesia, kami selama ini cukup dicuekin oleh Kementerian Kehutanan. Jangankan hanya dicuekin, selama 9 tahun terakhir di masa jabatan menteri sebelumnya, 9 tahun, kami tidak hanya dicuekin, kami ditekan,”

kata Chanee dalam akun Youtube resminya, Senin 8 Desember 2025.

Chanee juga menuturkan, hubungan mereka dengan kementerian selama hampir satu dekade justru berada dalam kondisi buruk. Ia menyebut komunikasi nyaris berhenti total, dan berbagai aktivitas konservasi yang mereka jalankan terhambat oleh pembatasan administratif.

Chanee mengungkapkan, sangat sulit mempertahankan kerja lapangan ketika izin-izin yang diperlukan tidak diperpanjang. Belum lagi tekanan yang diterima aktivis lingkungan Kalaweit, termasuk larangan untuk mempublikasikan informasi tertentu mengenai konservasi di media sosial.

Kami, perizinan kami tidak diperpanjang, dan bahkan kami dibatasi atau kami dilarang post di media sosial hal-hal yang tidak disukai oleh Kementerian (Kehutanan) tentang konservasi,”

ujarnya.

Tekanan itu, kata Chanee, membuat ruang dialog antara lembaga swadaya masyarakat dan pemerintah seolah tertutup rapat. 

Dialog antara Kalaweit atau NGO dan Kementerian Kehutanan pada saat itu hampir terputus. Tidak jalan sama sekali sebenarnya,”

ungkapnya. 

Selama periode itu, upaya mereka untuk menyuarakan kondisi hutan dan satwa liar juga terbentur tembok birokrasi dan resistensi dari pejabat yang tidak menghendaki kritik publik.

Menurutnya, kondisi ini amat miris mengingat organisasi yang ia pimpin berjuang untuk tujuan yang sama, yakni menjaga kelestarian hutan dan memperbaiki tata kelola konservasi. Fakta di lapangan, kata Chanee, terlihat memilukan dengan adanya perambahan, pembukaan lahan ilegal, dan tambang yang tak direklamasi.

Namun, angin segar mulai terasa dalam satu tahun terakhir. Menurut Chanee, Kementerian Kehutanan di bawah kepemimpinan baru yakni Menteri Raja Juli Antoni, akhirnya membuka kembali ruang komunikasi dengan berbagai NGO, termasuk Kalaweit.

Ia menyebut, momen itu sebagai perkembangan positif yang belum pernah ia rasakan selama dua dekade lebih memperjuangkan alam di Indonesia.

Baru satu tahun terakhir kami bisa menyampaikan masukan, saran, minimal diskusi,”

ungkap Chanee.

Tidak hanya itu, untuk pertama kalinya ia merasa pandangan-pandangannya benar-benar didengar. Bahkan, Raja Juli datang langsung ke lokasi kerja Kalaweit, membuka kesempatan untuk percakapan empat mata yang jujur mengenai kondisi hutan Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, Chanee mengajak Menhut terbang menggunakan pesawat ringan untuk melihat langsung kerusakan hutan yang selama ini hanya menjadi angka dalam laporan. 

Dari udara, terlihat jelas lubang tambang batubara yang tidak direklamasi serta area sawit yang masuk hingga ke kawasan hutan. Diskusi yang berlangsung selama penerbangan itu, menurutnya, menjadi titik balik yang sangat penting.

Itu menjadi momentum di mana beliau mau mendengarkan secara langsung masukan, saran, sudut pandang dari Kalaweit tentang situasi alam di sini,”

tutur Chanee. 

Meski menyambut baik perubahan sikap pemerintah, Chanee menegaskan bahwa perjalanan memperbaiki tata kelola hutan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Kerusakan yang terjadi selama puluhan tahun membutuhkan komitmen jangka panjang dan keberanian untuk menegakkan hukum di lapangan.

Ia mengingatkan, bahwa perbaikan kebijakan tidak akan berdampak banyak tanpa dukungan lintas instansi, penegakan hukum yang kuat, dan keberpihakan yang jelas terhadap kelestarian alam. 

Harus ada penegakan yang jauh lebih (tegas dan kuat) karena banyak kegiatan ilegal juga yang merajalela,”

tekannya.

Chanee menegaskan, bahwa Yayasan Kalaweit akan tetap berada di garis depan memberikan masukan kepada siapa pun yang membutuhkan, termasuk pemerintah. Ia menekankan, bahwa tujuan mereka bukan sekadar “berteriak”, tetapi memberikan solusi nyata untuk konservasi.

Yayasan Kalaweit akan terus memberi saran, masukan kepada siapa saja yang mau dengar tentang pentingnya kita saat ini menjaga alam hutan tersisa,”

ujarnya.

Pernyataan Chanee tersebut menyoroti dinamika panjang antara lembaga swadaya masyarakat dan pemerintah dalam isu lingkungan. Selama bertahun-tahun, NGO sering menghadapi hambatan saat mengungkap kerusakan hutan, meskipun mereka bekerja di garis depan. 

Apa yang dialami Kalaweit menunjukkan bagaimana perbedaan sikap pemerintah dapat memengaruhi efektivitas kerja konservasi.

Kini, dengan terbukanya kembali ruang dialog, Chanee berharap kerja sama antara pemerintah dan NGO dapat berjalan berdasarkan transparansi dan keberanian untuk menghadapi kenyataan pahit di lapangan. 

Momentum itu, menurut Chanee, harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperbaiki kebijakan, memperkuat perlindungan hutan, dan memastikan bahwa suara para pegiat lingkungan tidak lagi dibungkam.

Tag:Chanee Kalaweitmenteri lingkungan hidupPendiri Yayasan Kalaweitsiti nurbaya bakarZulkifli Hasan
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Jokowi ‘Curi Start’ Pilpres 2029, Ada Misi Mengunci Kursi Cawapres untuk Gibran
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) bersiap memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).
1
PLN Jadwalkan Pemadaman Listrik di Bojonggede dan Citayam Hari Ini, Cek Wilayah Terdampak
By Ani Ratnasari
Pemadaman listrik
2
Usai Bikin Geger Pemadaman Bergilir, PLN Klaim Gangguan Listrik Jawa Berangsur Pulih
By Natania Longdong
Direktur Utama PLN (Persero) Darmawan Prasodjo dalam konferensi pers di PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali), Depok, Jawa Barat. (Sumber: Dok. PLN)
3
Janji Kompensasi Mandalika Diduga Zonk, ITDC dan Dinas Perkim Loteng Dilaporkan ke KPK
By Rahmat Baihaqi
LSBH NTB melaporkan dugaan korupsi relokasi pemukiman Mandalika kepada KPK, 22 Juni 2026.
4
Teriak Takbir Pakai Baju Tahanan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Resmi Dilimpahkan ke Kejari Jaksel
By Rahmat Baihaqi
Roy Suryo dan dr. Tifa dilimpahkan kepada Kejari Jaksel dari Rutan Polda Metro Jaya, Senin, 22 Juni 2026.
5

BERITA LAINNYA

Koalisi Nasional Reforma Agraria (KNRA) mencurahkan kegelisahannya di hadapan pimpinan DPR RI dan Panitia Khusus.
Nasional

KNRA Curhat ke DPR: Rapat Berkali-kali, Tapi Petani Masih Digusur dan Dikriminalisasi!

Koalisi Nasional Reforma Agraria (KNRA) mencurahkan kegelisahannya di hadapan pimpinan DPR RI…

Hardani TriyogaRika Pangesti
By
Hardani Triyoga
Rika Pangesti
56 menit lalu
DPR Terima Aspirasi Koalisi Nasional Reforma Agraria
Nasional

Usai Serap Aspirasi KNRA, Pansus Agraria Bakal Panggil Pihak-Pihak Bersengketa

DPR RI telah menyerap aspirasi dari Koalisi Nasional Reforma Agraria (KNRA) terkait…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
1 jam lalu
DPR Terima Aspirasi Koalisi Nasional Reforma Agraria
Nasional

DPR Terima Aspirasi Koalisi Nasional Reforma Agraria, Pansus Janji Tindak Lanjuti Konflik Tanah di Berbagai Daerah

Aksi demonstrasi yang digelar massa dari Koalisi Nasional Reforma Agraria (KNRA) di…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
1 jam lalu
Koalisi Nasional Reforma Agraria menggeruduk Gedung DPR RI pada Senin, 22 Juni 2026.
Nasional

Reforma Agraria Mandek, Aksi ‘1000 Caping’ Tuntut Pemerintah Stop Manjakan Korporasi

Massa yang tergabung dalam Koalisi Nasional Reforma Agraria menggeruduk gedung DPR RI…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up