Presiden Prabowo Subianto mengatakan, bahwa sejumlah pemimpin negara asing telah menghubunginya untuk menawarkan bantuan terkait bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera. Namun, tawaran tersebut ‘ditolak’ Prabowo karena Indonesia dinilai mampu menangani bencana secara mandiri.
Saya ditelepon banyak pimpinan kepala negara ingin kirim bantuan, saya bilang terima kasih konsen Anda, kami mampu, Indonesia mampu mengatasi ini,”
kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, dikutip Selasa 16 Desember 2025.
Prabowo menegaskan, keputusan tersebut diambil bukan karena menutup diri dari solidaritas internasional, melainkan sebagai bentuk kepercayaan diri terhadap kapasitas nasional.
Menurutnya, pemerintah telah mengerahkan seluruh sumber daya yang dibutuhkan untuk menangani dampak bencana di tiga provinsi terdampak.
Ia juga menanggapi desakan agar bencana di Sumatera ditetapkan sebagai bencana nasional. Prabowo menilai, langkah tersebut tidak diperlukan karena situasi masih dapat dikendalikan dengan kekuatan yang ada.
Ada yang teriak-teriak ingin ini dinyatakan bencana nasional, kita sudah kerahkan ini 3 provinsi dari 38 provinsi, jadi situasi terkendali, saya monitor terus,”
ujar Prabowo di hadapan para menteri kabinet.
Presiden memaparkan bahwa negara telah mengerahkan lebih dari 50 ribu personel TNI dan Polri, puluhan helikopter, serta belasan pesawat yang beroperasi setiap hari untuk distribusi logistik, evakuasi, dan pemulihan akses. Ia menyebut langkah ini sebagai bukti nyata kehadiran negara di tengah rakyat.
Prabowo menegaskan, Indonesia tetap terbuka terhadap kerja sama internasional, namun dalam konteks bencana Sumatera, pemerintah memilih mengedepankan kemandirian nasional.


